Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/2/2016). [suara.com/Oke Atmaja]
Setelah berdiri relawan Teman Ahok, muncul lagi komunitas relawan bernama Batman yang kepanjangannya Basuki Tjahaja Purnama Mania.
Mengapa namanya Batman, Emanuel Ebenezer menjelaskan nama tersebut dipilih karena Ahok memiliki ciri seorang profesional dan berani melawan korupsi.
"Nah, sosok seperti ini yang kami lihat dalam diri Pak Ahok. Selain profesional dan bersih, Ahok dilihat oleh warga masyarakat sebagai figur yang independen dan tak mudah dibeli," kata Emanuel yang merupakan Ketua Batman di Posko Batman, Jalan Margaguna Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (17/3/2016).
Mengapa namanya Batman, Emanuel Ebenezer menjelaskan nama tersebut dipilih karena Ahok memiliki ciri seorang profesional dan berani melawan korupsi.
"Nah, sosok seperti ini yang kami lihat dalam diri Pak Ahok. Selain profesional dan bersih, Ahok dilihat oleh warga masyarakat sebagai figur yang independen dan tak mudah dibeli," kata Emanuel yang merupakan Ketua Batman di Posko Batman, Jalan Margaguna Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (17/3/2016).
Sekretaris Jenderal Batman, Sulaiman Haikal, memuji Ahok. Menurut dia, keberanian Ahok sudah teruji. Ahok berani memutuskan maju ke Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 melalui jalur non partai politik dan menolak politik oligarki.
Haikal mengatakan Ahok telah menginspirasi masyarakat, khususnya kalangan muda.
Haikal mengatakan Ahok telah menginspirasi masyarakat, khususnya kalangan muda.
Kemunculan Ahok, katanya, menjawab kebutuhan masyarakat akan seorang pemimpin. Kehadiran Ahok, katanya, alternatif atas kejenuhan mereka terhadap praktik-praktik politik yang tidak baik seperti yang terjadi selama ini.
"Tradisi politik yang tidak sehat selama ini dianggap wajar dan berlangsunglama di Indonesia, didekonstruksi oleh Ahok. Makanya tak heran jika rakyat sukarela menyerahkan KTP dukungan ke Ahok," kata Haikal.
Batman, katanya, berisi orang-orang yang dulu pernah menjadi relawan Joko Widodo, aktivis 98, dan tokoh masyarakat.
"Saat ini struktur Batman masih terbuka dan akan disempurnakan dalam pertemuan lanjutan," kata Bendahara Batman, Sri Suhartiningsih.
Ahok maju melalui jalur perseorangan bersama Heru Dwi Hartanto. Selain didukung relawan, mereka juga didukung Partai Nasional Demokrat dan Partai Hati Nurani Rakyat, dua partai pendukung pemerintahan Presiden Jokowi.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Ada Film Jaemin dan Jeno NCT, Intip 5 Film Terbaru Akhir Pekan di Bioskop!
-
Dari Angkot hingga MRT: Bagaimana Transportasi Publik Jakarta Menemani Perjalanan Hidupku
-
Pundi-pundi Uang di Piala Presiden 2026, 24 Ribu Tiket Ludes Terjual di Laga Pembuka
-
Pendidikan Masa Depan Butuh Lebih dari Sekadar Prestasi Akademik, Ini Alasannya
-
Sunscreen Tanpa White Cast Apa Saja? Ini 6 Rekomendasi Produk Lokal untuk Wajah Mulus
-
Prosesi Wisuda Lama? Ini 9 Barang Kecil tapi Bermanfaat yang Wajib Dibawa
-
3 Cara Mengecek Smartwatch Anti Air, Teliti Sebelum Beli
-
Kepengurusan Golkar Riau Disahkan, Ketua Yulisman: Tak Usah Sikut-sikutan
-
Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas
-
Prabowo Sebut Pengkritik Londo Ireng: Narasi Kecurigaan yang Terus Berulang