Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember. (Shutterstock)
Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta terus mendata ulang jumlah populasi kunci yang berdampak terkena Virus HIV.
Sekretaris Jenderal KPAP Rohana Manggala mengatakan, pendataan jumlah populasi kunci akan dilakukan mulai tingkat kecamatan dan diprediksikan bisa selesai pada April.
Populasi kunci merupakan populasi yang bisa beresiko terkena HIV AIDS. Dalam hal ini yakni pekerja seks komersial, pengguna napza jarum suntik (penasun), LSL (lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki lain), dan waria.
"Saat ini kami mencoba memetakan ulang data tersebut. Kalau dulu data dibuat hingga tingkat provinsi, sekarang kita turunkan menjadi tingkat kecamatan. Kami harapkan April besok sudah bisa ditampilkan,” ujar Rohana di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (24/3/2016).
Tidak hanya itu, kata Rohana pendataan dilakukan untuk mengetahui keberadaan populasi kunci dan meminimalisir terkena HIV AIDS.
"Jadi program kita kedepan, kita sedang menyiapkan data populasi kunci terbaru. Dengan adanya data tersebut, kita tahu dimana mereka berada dan memantau kesehatan mereka,” ucapnya.
Rohana menilai, berdasarkan data KPAP adanya penurunan, pada populasi kunci yang terkena HIV AIDS. Sementara populasi umum yakni masyarakat umum meningkat. Kata Rohana kecenderungan meningkatnya populasi yakni dari kalangan PNS. Hal tersebut yang harus menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"PNS juga cenderung (HIV) naik. Polri atau TNI juga naik. Ini harus menjadi perhatian khusus,” kata Rohana.
Untuk diketahui hasil pemetaan pada tahun 2014 oleh KPAP DKI Jakarta jumlah populasi kunci yang terkena HIV AIDS sebanyak 141.633 orang. Jumlah tersebut terdiri dari LSL (Lelaki Suka Lelaki) berjumlah 4.465 orang, lalu waria 1.206 orang, wanita pekerja seks (WPS) langsung sebanyak 4.193 orang, WPS tidak langsung sebanyak 7.669 orang dan penasun ( pengguna napza jarum suntik) sebanyak 2.009 orang, lalu Lelaki Beresiko Tinggi (LBT) sebanyak 122.096 orang.
Sementara jumlah penderita HIV berjumlah 39.347 orang dan orang dengan AIDS mencapai 8.093 orang pada tahun 2015. Dirinta pun telah mendorong warga yang masuk dalam kriteria populasi kunci, untuk melakukan pemeriksaan HIV AIDS.
"Tercatat ada sebanyak 133.323 orang yang memeriksakan dirinya. Dari jumlah tersebut ada 4.465 yang positif terkena HIV/AIDS,”ucapnya.
Dirinya menambahkan, masyarakat dengan mudah melakukan tes VCT (Voluntary Counselling and Testing) di Puskesmas.
"Tes HIV gratis dilakukan di Puskesmas dan dibiayai APBD DKI dan mendapatkan bantuan dari kementerian kesehatan," kata Rohana.
Komentar
Berita Terkait
-
DKI Siap Terapkan WFH 1 Hari per Pekan, Pramono: Tapi Bukan Hari Rabu
-
Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan
-
Pemprov DKI Minta TNI dan PT Temasra Jaya Hentikan Pembongkaran Bangunan di Menteng
-
Viral Zebra Cross Hilang Disulap Jadi Pac-Man di Tebet, Dinas Bina Marga DKI Buka Suara
-
Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat