Suara.com - Lima orang anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar setelah kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tempat mereka bekerja terbakar dan meledak di Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan.
"Saat ini seluruh korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka bakar pada kejadian Rabu(23/3) dinihari," kata Kepala Kepolisian Resor Pelalawan, AKBP Ade Johan Sinaga di Pekanbaru, Jumat (24/3/2016)
Ia menjelaskan peristiwa terbakarnya KM Indra Jaya yang merupakan kapal kayu bermesin atau disebut "pompong".
Kelima korban yang merupakan ABK itu terdiri dari Acok alias Pak Kumis (42) sebagai kapten kapal, Andi Jamal (34) pemilik kapal, Rahmat Torihoran (40), Abu Kasim (40) dan Nur Hayat (42).
Menurut Ade, berdasarkan penyelidikan diketahui peristiwa itu terjadi saat kapal yang mengangkut BBM jenis premium sebanyak empat ton atau 20 drum itu terbakar sesaat setelah mesin kapal dinyalakan.
"Diduga pada saat menyalakan mesin kapal timbul percikan api yang menyambar ke drum berisi bensin," jelasnya.
Akibatnya, api langsung membesar dan meledak sementara ABK berada di atas kapal hingga sebagian besar dari mereka mengalami luka serius. Ade mengatakan dari persitiwa terbakarnya kapal tersebut tidak ada angkuta yang berhasil diselamatkan.
"Seluruhnya habis dan kapal tenggelam ke dasar sungai," jelasnya.
Menurut Ade, kapal itu sedianya akan mengirimkan premium ke Desa Penyalai, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan.
Terkait peristiwa itu, Ade mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kejadian itu dan kerugian yang diakibatkan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran