Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) enggan menanggapi adanya surat terbuka yang mengatasnamakan Drs. Eryanto Wibowo. Surat tersebut menantang Ahok yang dituliskan dengan huruf kapital.
"Nggak usah ditanggapi lah," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016).
Awalnya, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram dengan pernyataan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra yang dinilai rasis.
Yusron adalah adik kandung Yusril Ihza Mahendra. Keduanya sama-sama politisi Partai Bulan Bintang. Yusril sendiri sekarang berhasrat untuk menggantikan Ahok melalui ke pilkada Jakarta tahun 2017.
Ahok senang pilkada Jakarta nanti diikuti banyak kandidat. Soalnya, menguntungkan warga. Tetapi, kata Ahok, yang terpenting jangan sampai menakut-nakuti.
"Jangan nakut-nakuti. Ada yang nge-tweet nakuti. Kasihan keturunan Cina miskin, nanti dibantai gara-gara Ahok," kata Ahok Rabu lalu.
Ahok lebih senang siapapun yang ingin maju jadi calon gubernur mengedepankan adu program, bukan memperdagangkan isu agama dan rasis. Menurut dia menjual isu SARA untuk mencari dukungan merupakan aksi tak terpuji dan malah menjelek-jelekkan Tuhan.
"Tuhan saja nggak rasis, kamu Islam, saya Kristen, Tuhan kasih udara ke kita yang sama. Bila Tuhan menganggap Kristen kafir, bunuh saja gue sekarang," kata Ahok.
Setelah mengatakan itu, muncul kehebohan lagi. Saat ini, Jumat (1/4/2016), beredar surat terbuka atas nama Drs. Eryanto Wibowo. Dia merespon pernyataan terakhir Ahok.
Surat terbuka yang beredar di grup-grup WhatsApp wartawan untuk menerima tantangan Ahok perihal minta dibunuh.
"Saya yang jawab tantangan anda, saya yang akan bunuh anda. Apapun resikonya, jangan tangan rakyat NKRI yang berdarah, tangan saya saja yang berdarah membunuh anda sesuai keinginan anda," demikian potongan surat Drs. Eryanto Wibowo yang ditulis dalam huruf kapital semua.
Surat terbuka tersebut terdiri dari sembilan alenia.
Pada bagian lain, dia menulis dengan kalimat bernada rasis. Di bagian akhir suratnya, ditulis dengan tembusan Panglima TNI, Kapolri, Pangdam Jaya, Kapolda, Komandan Garnisum Tetap 1 Ibu Kota.
Sampai berita ini diturunkan, Suara.com belum mendapatkan konfirmasi tentang siapa sesungguhnya Drs. Eryanto Wibowo. Tetapi dari penelusuran, orang ini dulu juga pernah membuat surat terbuka yang ditujukan kepada anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Herry.
Ketika itu, Herman Herry bersitegang dengan Kepala Subdirektorat III Polda Nusa Tenggara Timur AKBP Albert Neno setelah salah satu tempat usaha minuman keras dirazia polisi. Buntutnya, Herman Herry dilaporkan Albert Neno Polda NTT karena dianggap mengancam dan memfitnah.
Drs. Eryanto Wibowo melalui surat terbuka yang ditulis dengan huruf kapital menantang Herman Herry duel.
"Surat terbuka kepada Herman Herry, anggota DPR ini seorang jagoan atau merasa sudah menjadi raja kecil??? atau bahkan merasa NKRI ini punya kamu Herman Herry??? Baru kali ini saya buat surat terbuka tidak memakai protap saya, santun, karena yang saya hadapi jugabukan seorang yang santun, memaki aparat negara," demikian potongan surat terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Klub Mees Hilgers Punya Masalah Besar, Eks Pelatih MU Dituding Jadi Biang Kerok
-
9 Sunscreen untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bekas Jerawat, Mudah Dibeli Online
-
Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat
-
Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta
-
Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis
-
Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta
-
Diberhentikan Sementara sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima 50 Persen Gaji Pokok