Suara.com - Rio Haryanto tak ingin permasalahkan hasil latihan bebas kedua di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Jumat (1/4/2016) malam waktu setempat, yang kembali menempatkannya di urutan terakhir. Sisi terpenting baginya dalam latihan kemarin adalah mendapatkan progres keseimbangan mobil Manor Racing yang dikemudikannya.
Catatan waktu pebalap pertama Indonesia yang turun di kancah F1 ini memang meningkat di latihan bebas kedua. Jika pada latihan bebas pertama, beberapa jam sebelumnya, Rio membukukan waktu tercepat 1 menit 37,714 detik dari 27 putaran yang dilahapnya, di latihan bebas kedua catatan waktu Rio meningkat tajam.
Tercatat, dari 33 putaran yang dilahapnya, pebalap asal Solo, Jawa Tengah, itu membukukan waktu tercepat 1 menit 34,562 detik. Catatan ini lebih cepat 3,512 detik.
"Kami mengakhiri hari pertama (di Bahrain) dengan keseimbangan yang lebih baik. Jadi, saya senang dengan cara kami mendekati akhir pekan ini," kata Rio seusai menjalani latihan bebas kedua.
"Ini refleksi yang baik dari pekerjaan yang kami lakukan setelah dari (seri pertama di) Melbourne dan menunjukkan seberapa cepat kami bisa membawa kinerja yang lebih baik pada mobil hanya dengan perubahan disana-sini," lanjutnya.
Lebih jauh, Rio mengungkapkan optimis bisa meraih hasil yang lebih baik di sesi kualifikasi. "Saya sangat menikmati latihan bebas di sirkuit ini di bawah sorot sinar lampu yang sangat menarik. Secara umum, ini langkah awal yang baik dengan optimisme hasil yang lebih baik akan datang di sesi kualifikasi," pungkasnya. (Formula 1)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?