Suara.com - Seorang lelaki asal Los Angeles, Amerika Serikat, didakwa membunuh putranya sendiri. Si lelaki, tega menghabisi nyawa sang anak karena tidak menyetujui orientasi seksual sang anak.
Lansiran Metro, Shehada Issa, (69), ditangkap setelah Kepolisian Los Angeles menemukan mayat putranya, Amir, (29), di halaman rumah mereka di kawasan North Hills.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan jenazah istri Amir di dalam rumah. Menantu Issa ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusukan dalam kamar mandi.
Kepada polisi, Issa mengaku menembak putranya di luar rumah untuk mempertahankan diri. Alasannya, sebelumnya ia melihat jenazah sang menantu di dalam rumah.
Namun, kantor kejaksaan Los Angeles County justru mendakwa Issa dengan tuduhan pembunuhan. Pasalnya, Issa pernah mengancam akan membunuh Amir karena putranya adalah seorang gay alias penyuka sesama jenis.
"Pembunuhan dilakukan karena orientasi seksual korban (Amir) dan karena pandangan terdakwa atas status tersebut serta kedekatan korban dengan seorang dan sekelompok orang dengan status itu," sebut kantor kejaksaan.
Issa, dalam pengakuannya kepada polisi, mengatakan bahwa Amir membawa senjata berupa sebilah pisau. Namun, nyatanya tidak ada pisau yang ditemukan di TKP. Dugaan sementara, Issa menembak putranya dengan sebuah senjata laras panjang.
Issa masih meringkuk di tahanan kepolisian. Sidang perdananya akan digelar pada 11 April mendatang. Jika terbukti bersalah, Issa terancam hukuman penjara seumur hidup. (Metro)
Tag
Berita Terkait
-
Anak 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah Thailand 2 Tahun Belajar Pakai Pistol
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Belajar dari Medsos, Remaja 14 Tahun Akhiri Nyawa 8 Orang Termasuk Keluarganya
-
Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban
-
Siswi Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora
-
BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini
-
Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini
-
5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless
-
Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa
-
Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah
-
Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!
-
Semarak Perayaan HUT RI ke-81 di Bundaran HI
-
Pemulihan Pascagempa NTT Mulai Berjalan, Askrindo Salurkan Bantuan untuk Korban Flores
-
Saham Bank Berstatus HSC, OJK Ungkap Dampaknya bagi Nasabah dan Investor