Suara.com - Masalah degradasi ban tampaknya bakal jadi pekerjaan rumah paling besar yang harus secepatnya diatasi salah satu kontestan Formula 1 musim ini, Manor Racing. Pasalnya, masalah itu muncul kembali dalam balapan seri kedua di GP Bahrain, Minggu (3/4/2016).
Hal ini sebagaimana diungkap salah satu pebalapnya, Rio Haryanto, usai mewujudkan target melintasi garis finis pada balapan malam hari yang digelar di Sirkuit Sakhir ini. Rio menjelaskan kendala pada degradasi itu telah menghambat kecepatan mobilnya.
"Kami sangat menderita dengan permasalahan pada degradasi ban, yang mana telah menghambat kemajuan kami," tutur Rio seperti dikutip dari akun Facebook Manor.
Kendala ini pertama kali ditemukan permasalahannya oleh tim Manor saat seri perdana F1 di GP Australia, 20 Maret lalu. Ketika itu, masalah ini dikeluhkan Pascal Wehrlein, rekan setim Rio, yang mengeluh tak bisa mencapai hasil lebih baik saat GP Australia lalu.
Sementara itu, Direktur Balap Manor Racing, Dave Ryan, secara implisit berharap permasalahan ini bisa terselesaikan sebelum berlaga di seri ketiga di GP Cina. Terlebih, ada waktu dua minggu untuk menyelesaikannya sebelum balapan di Cina digelar 17 April mendatang.
"Kami terus membuat langkah maju di setiap perlombaannya. Kini, kami fokus menuju GP Cina dimana saya berharap perfoma mobil kami bisa menunjukkan kembali perkembangan yang positif," tutur Ryan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas
-
Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan
-
Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK
-
Guyon Prabowo Usai Bilang Endasmu di Depan Petani: Nanti Gue Dihajar Lagi, Emang Gue Pikirin!
-
Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!
-
Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes
-
Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya