Suara.com - Insiden saling berserempetnya dua pesawat yaitu Batik Air dan Trans Nusa, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/4/2016), mendapat sorotan dari pengamat penerbangan. Masalah koordinasi terutama menjadi fokus kritikan, apalagi karena kejadian ini dinilai sebagai kecelakaan serius.
Menurut pengamat penerbangan, Alvin Lie, kecelakaan antara Batik Air yang sedang persiapan tinggal landas (sudah di landasan pacu) dengan pesawat Trans Nusa yang sedang on tow alias ditarik menyeberang landasan pacu, itu merupakan sebuah kecelakaan serius. Menurutnya, walau tidak ada korban jiwa, namun hal ini telah menimbulkan kerusakan serius terhadap kedua pesawat.
"Apabila pesawat Batik sudah rolling dengan kecepatan tinggi, dapat dipastikan korban akan banyak," ungkap Alvin, mengungkapkan melalui keterangan tertulis yang diperoleh Suara.com, Senin (4/4) malam.
"(Ini) Nyaris mirip kecelakaan B747 PanAm dengan B747 KLM di Bandara Los Rodeos (sekarang Bandara Tenerife Utara di Pulau Tenerife), pada tanggal 27 Maret 1977," tambahnya.
Lebih jauh, Alvin menambahkan bahwa patut diduga, kecelakaan ini akibat kelemahan koordinasi antara ATC dengan pengemudi mobil penarik (tow car) dan dengan pilot Batik Air. Makanya, dia pun sangat menyayangkan terjadinya kecelakaan itu.
"(Merupakan) Suatu tamparan bagi penerbangan RI yang sedang berupaya meraih peringkat I FAA," ujarnya pula.
Sebagai tambahan informasi, diketahui bahwa pesawat B737-800 Batik Air dengan registrasi PK-LBS yang mengalami tabrakan di Halim malam ini, baru berusia sekitar 1 tahun 5 bulan. Tepatnya, pesawat ini diketahui pertama kali terbang pada 30 Oktober 2014 lalu.
Sedangkan pesawat ATR 42-600 Trans Nusa dengan registrasi PK-TNJ, tercatat pertama kali terbang pada 22 September 2014, atau baru berusia sekitar 1 tahun 6 bulan. Dengan kata lain bahwa kedua pesawat sebenarnya masih tergolong sangat baru.
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi