Suara.com - Merasa dirugikan Pasal 6 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 yang melarang penggunaan pukat hela dan tarik di wilayah pengelolaan perikanan negara, ribuan nelayan dari seluruh perairan di Indonesia demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2016).
Mereka menuntut Presiden Jokowi memberhentikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dari jabatan.
Untuk mengekspresikan tuntutan, mereka beraksi dengan berbagai cara, antara lain membakar boneka pocong yang dipasangi topeng Menteri Susi di depan Istana.
"Susi pantas diperlakukan seperti ini, karena dia telah mencoba merenggut nyawa para keluarga nelayan dengan Permen Nomor 2 Tahun 2015 itu," kata nelayan asal Jawa Timur, M. Sadik (43).
Aksi pembakaran boneka pocong nyaris memicu bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian.
Insiden terjadi ketika polisi hendak memadamkan api, tetapi demonstran menahan.
Beberapa orang dari arah nelayan terlihat melempar benda botol air minum dan batu ke arah polisi.
Namun, kejadian tersebut dapat diatasi berkat kesigapan koordinator nelayan menenangkan nelayan.
"Apinya sebentar lagi padam pak, tolong biarkan dulu sebentar, supaya emosi teman-teman tidak tersulut," kata nelayan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah
-
PDIP Ingatkan Mandat Reformasi, Minta TNI Jauhi Politik Praktis dan Perkuat Industri Pertahanan
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!
-
Cegah Bencana Ekologis, Rakernas I PDIP Desak Penegakan Hukum Lingkungan dan Penguatan Mitigasi
-
Prabowo Beri Mandat ke Dirut Baru Pertamina: Pecat Siapa Saja yang Tidak Bagus!
-
Bantah Dibekingi Orang Besar, Abdul Gafur Tantang Pembuktian Aliran Dana ke Kubu RRT