Suara.com - Isu bakal bergabungnya Jorge Lorenzo ke Ducati musim depan membuat rekan setimnya di Movistar Yamaha, Valentino Rossi, angkat bicara. Pebalap veteran itu menilai jika Lorenzo hijrah ke pabrikan Italia, maka menjadi keputusan yang berani.
"Jika dia melakukannya--pindah ke Ducati--maka itu pilihan yang berani," kata Rossi, 37 tahun. "Saya mendoakan dia beruntung di Ducati, begitu juga dengan pihak Ducati."
"Saya rasa dia akan tetap kompetitif (jika bergabung ke Ducati), karena Lorenzo adalah pebalap yang kuat dan kini pun Ducati memiliki motor yang kompetitif," lanjut juara dunia MotoGP tujuh kali ini.
Sementara itu, saat dikaitkan dengan keputusannya meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati beberapa tahun yang lalu, Rossi menilai situasinya hampir tidak jauh berbeda dengan yang dialami Lorenzo saat ini.
Rossi menjelaskan faktor utama dia mengambil keputusan hengkang ke Ducati karena ingin mencari tantangan baru. "Situasi yang dihadapi Lorenzo saat ini hampir mirip dengan apa yang saya lakukan dahulu (pindah ke Ducati)," ujar Rossi.
"Saat itu, saya telah bertahun-tahun di Yamaha dan saya membutuhkan tantangan baru. Ketika itu pula, saya mendapat tantangan menarik untuk meningkatkan performa motor Ducati dari Filippo Preziosi--mantan bos Ducati--dengan mencoba membuat motor Ducati lebih enak ditunggangi bagi pebalap lain," sambung Rossi.
Di sisi lain, Rossi menilai Ducati telah membuat kemajuan yang pesat. Khususnya, di lintasan lurus dimana mereka sangat sulit untuk ditandingi motor lainnya.
"Ducati telah membuat banyak kemajuan dalam beberapa tahun terakhir ini. Motor mereka sangat kompetitif, dan sangat cepat di trek lurus. Dalam dua balapan awal MotoGP musim ini, mereka telah menunjukkan bisa bersaing di depan," pungkas Rossi. (Motor Sport)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis
-
Rakyat Rugi Besar! Ini Bahaya Pilkada jika Dikembalikan ke DPRD Menurut Netgrit