Suara.com - Perdana Menteri Prancis Manuel Valls menyerukan larangan mahasiswa menggunakan jilbab di universitas. Hal ini dianggap tak sesuai dengan kultur negara tersebut. Imbauan ini belakangan dikecam berbagai kalangan, termasuk politisi dari partainya sendiri.
"Seharusnya ini (larangan memakai jilbab) sudah dilakukan," kata Valls seperti dikutip laman The Guardian.
Vall dikecam Menteri Pendidikan Prancis Najat Vallaud-Belkacem yang notabenen adalah rekannya dari Partai Sosialis. Menurutnya, seruan tersebut mengada-ada.
"Hukum larangan berjilbab di universitas sama sekali tak dibutuhkan. Kebebasan adalah hak asasi termasuk kebebasan beragama. Universitas Prancis banyak memiliki mahasiswa asing. Apakah kita juga akan melarang akses mereka hanya karena budaya berpakaiannya?," kata Najat.
Penolakan juga datang dari Thierry Mandon, politisi dari Parati Sosialis. "Mereka sudah dewasa dan memiliki hak untuk menggunakan jilbab. Jilbab tak akan dilarang di komunitas Prancis," katanya.
Ini bukan pertama kali wacana larangan berjilbab mengemuka. Sebelumnya, di era kepemimpinan mantan presiden Nicolas Sarkozy rencana ini sudah dimunculkan namun ditentang. (The Guardian)
Tag
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran