Suara.com - Menteri Pertahanan, Ryamizar Ryacudu telah mengetahui posisi empat anak buah kapal (ABK) WNI yang disandera dalam pembajakan dua kapal berbendera Indonesia. Dua kapal itu adalah Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi.
Mereka disandera oleh kelompok bersenjata asal Filipina pada Jumat (15/4/2016 ) lalu. Namun dia merahasiakan lokasi pembajak yang diduga dari kelompok milisi Abu Sayyaf di kawasan Filipina.
"Saya mengikuti perkembangan. Saya tahu tempatnya di mana, tapi ini kan sensitif," kata Ryamizard kepada wartawan di kantornya, Senin (18/4).
Indonesia tengah melakukan upaya pembebasan empat WNI yang baru disandera tersebut serta 10 WNI yang sebelumnya lebih dulu disandera. Ada hal yang jadi pilihan dalam upaya pembebasan, yaitu diplomasi, negosiasi dan operasi militer.
"Ada tiga hal yang dilakukan, pertama diplomasi. Hal ini sudah dilakukan, tapi itu ranah Menlu. Kedua negosiasi dan ketiga adalah operasi militer, namun ini gampang susah, gampang karena tinggal sergap dan tembak, selesai. Tetapi kalau yang disandera ikut tewas kan tidak bagus," terang dia.
Dia menambahkan, untuk pilihan operasi militer belum dilakukan, itu alternatif terakhir. Saat ini upaya negosiasi terus dilakukan.
"Namun saya juga berkoordinasi dengan Menhan Filipina dan Menhan Malaysia," ujar dia.
Sedangkan permintaan tebusan uang dari kelompok penyandera, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini menegaskan bahwa Pemerintah tidak akan mengeluarkan uang membayar tebusan itu.
"Pemerintah tidak boleh keluarkan uang. Negara tidak boleh ditekan oleh siapapun," tanda dia.
Sementara itu, Ryamizard memastikan bahwa kondisi semua WNI yang disandera masih dalam kondisi sehat dan baik. Diberitakan sebelumnya, dua kapal berbendera Indonesia itu dibajak diperairan perbatasan Malaysia dan Filipina oleh kelompok bersenjata.
Menurut keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/4), Kedua kapal tersebut dibajak dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju Tarakan. Kapal-kapal yang dibajak tersebut membawa 10 orang ABK warga negara Indonesia.
Dalam peristiwa pembajakan itu, satu orang ABK tertembak, lima orang selamat dan empat orang lainnya diculik. Satu ABK yang tertembak sudah diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia ke wilayah Malaysia guna mendapatkan perawatan.
Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh Kemlu RI, meskipun mengalami luka tembak, ABK asal Indonesia tersebut dalam kondisi stabil. Sementara, lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal dibawa oleh Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.
Pihak Kemenlu RI terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak di dalam negeri maupun di Malaysia dan Filipina. Selain itu, Konsulat RI di Tawau pun melakukan koordinasi dengan otoritas di Malaysia yang ada di wilayah tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri
-
Sudah Mundur dari Jampidsus, Kapan Febrie Adriansyah Diperiksa? Begini Jawaban Polda Metro
-
Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur
-
Usai Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
-
Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi