- Hujan deras sebabkan 48 RT di sejumlah wilayah Jakarta terendam banjir.
- Jakarta Barat dan Timur menjadi wilayah terdampak banjir paling parah.
- BPBD kerahkan personel dan pompa air untuk targetkan banjir surut cepat.
Suara.com - Sejumlah pemukiman warga di Jakarta masih dikepung banjir pada Minggu (18/1/2026) siang, akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga pukul 14.00 WIB, sebanyak 48 Rukun Tetangga (RT) masih tergenang.
Kapusdatin BPBD Jakarta, Mohammad Yohan, merinci sebaran titik banjir di empat wilayah kota administrasi:
Jakarta Barat (21 RT)
Menjadi wilayah paling terdampak, dengan rincian:
* Kedaung Kali Angke: 8 RT (ketinggian 20-50 cm)
* Tegal Alur: 5 RT (ketinggian 10-40 cm)
* Kamal: 4 RT (ketinggian 10-40 cm)
* Rawa Buaya: 3 RT (ketinggian 10-40 cm)
* Jelambar: 1 RT (ketinggian 10-40 cm)
Jakarta Timur (12 RT)
Genangan tertinggi mencapai 110 cm, dengan rincian:
* Terate: 2 RT (ketinggian 50-110 cm)
* Cawang: 5 RT (ketinggian 10 cm, akibat luapan Kali Ciliwung)
* Kampung Melayu: 4 RT (ketinggian 10-20 cm, akibat luapan Kali Ciliwung)
* Cakung Barat: 1 RT (ketinggian 25 cm)
Jakarta Pusat (13 RT)
Seluruhnya berada di Kelurahan Serdang dengan ketinggian air 30 cm.
Baca Juga: Banjir Lumpuhkan Sejumlah Rute Transjakarta, Penumpang Diimbau Cek Aplikasi
Jakarta Utara (2 RT)
Berada di Kelurahan Pademangan Barat dengan ketinggian 20-30 cm.
Upaya Penanganan dan Wilayah yang Telah Surut
Sementara itu, beberapa wilayah yang sebelumnya tergenang kini telah dinyatakan surut, antara lain Kelurahan Duri Kepa, Jembatan Lima, Kapuk Muara, Ancol, dan Pademangan.
Yohan menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
"BPBD juga berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan setempat untuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
-
Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
-
Aturan Baru Lapangan Padel di Jakarta: Jarak ke Pemukiman Minimal 160 Meter, Lebar Jalan 15 Meter
-
Menko Polkam Instruksikan Bandara-Stasiun Kerja Optimal Saat Lebaran, Wanti-wanti Hal Ini
-
Aset PT MASI Rp 14,5 Triliun Dibekukan, Korban Ilegal Akses Desak Kepastian Uang Kembali