- IMCV membeli gedung eks kantor polisi di Laverton, Melbourne Barat, melalui skema wakaf untuk pusat dakwah.
- Gedung baru ini diperlukan karena Masjid Baitul Makmur tidak lagi mampu menampung peningkatan jumlah jamaah Muslim Indonesia.
- Proyek senilai 2,5 juta Dolar Australia ini membutuhkan penggalangan dana wakaf tambahan sebelum tenggat Maret-April 2026.
Suara.com - Sebuah gedung eks kantor polisi di kawasan barat Melbourne kini menjadi simbol harapan baru bagi komunitas Muslim Indonesia di Australia. Melalui skema wakaf, Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV) berhasil memenangkan lelang properti tersebut dan berencana mengubahnya menjadi pusat dakwah dan pemberdayaan umat di tengah kehidupan sebagai minoritas.
Pengumuman ini disampaikan IMCV dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Gedung yang berlokasi di Laverton itu hanya berjarak sekitar 120 meter dari Masjid Baitul Makmur, masjid wakaf milik IMCV yang telah melayani komunitas Muslim Indonesia sejak 2016.
Presiden IMCV Andri Nursafitri mengatakan, pembelian gedung tersebut merupakan respons atas kebutuhan ruang ibadah dan pembinaan umat yang terus meningkat. Masjid Baitul Makmur, yang awalnya merupakan rumah tinggal, kini tak lagi mampu menampung jumlah jemaah yang terus bertambah.
“Untuk Salat Jumat saja kami sudah harus melaksanakan dua kali, dan kemungkinan ke depan tiga kali. Ini bukan soal kekurangan niat, tapi keterbatasan ruang,” ujar Andri saat ditemui di The Tribrata, Jakarta Selatan.
Masjid Baitul Makmur berdiri di lokasi strategis, tepat di depan Stasiun Laverton—salah satu simpul transportasi utama di Melbourne bagian barat. Kedekatan dengan akses publik inilah yang mendorong IMCV memperluas kawasan Islamic Centre dengan membeli gedung eks kantor polisi di seberangnya.
Gedung baru tersebut direncanakan menjadi Dakwah & Empowerment Centre, yang akan menampung kegiatan pendidikan Islam, pembinaan mualaf, aktivitas anak dan remaja, hingga penguatan komunitas lansia. Seluruh pengembangan dibiayai melalui dana wakaf masyarakat.
Namun, langkah besar ini juga diiringi tantangan finansial. Nilai akuisisi gedung mencapai sekitar 2,5 juta dolar Australia atau setara Rp27–28 miliar, termasuk pajak. Hingga kini, dana yang terkumpul baru sekitar separuh dari kebutuhan tersebut. IMCV memiliki tenggat pelunasan hingga Maret–April 2026.
“Jika tidak terpenuhi, kami berisiko kehilangan uang muka yang sudah disetorkan. Tapi kami percaya ini ikhtiar bersama,” kata Andri.
Untuk menggalang dukungan lebih luas, IMCV menggandeng Cinta Quran Foundation sebagai mitra strategis. Lembaga ini berperan memfasilitasi partisipasi masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan wakaf untuk proyek tersebut.
Baca Juga: Warisan Cita-cita Ustaz Jazir Jogokariyan, Mewujudkan Masjid yang Mandiri dan Berdaya
Fundraising Director Cinta Quran Foundation, Boby Kurniawan, menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi Muslim Indonesia di tingkat global. Ia menilai pembangunan pusat dakwah di Melbourne bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal menghadirkan ruang aman dan inklusif bagi umat.
Sejumlah tokoh publik turut menyatakan dukungan, termasuk KH Abdullah Gymnastiar dan Paula Verhoeven, yang telah meninjau langsung lokasi pengembangan. Mereka menilai proyek ini sebagai ladang amal lintas negara sekaligus bentuk solidaritas diaspora.
Di tengah meningkatnya sentimen Islamofobia di sejumlah negara, IMCV berharap pusat dakwah ini dapat menjadi ruang ibadah yang aman, terbuka, dan berkelanjutan.
“Ini tentang menjaga keberlangsungan komunitas, identitas, dan rasa aman. Sebuah rumah bagi iman, jauh dari tanah asal,” tutur Andri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah