Suara.com - Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak mengatakan, wanita yang dibunuh secara sadis dengan dimutilasi, yakni Nur Atika (34) ternyata memiliki dua orang anak. Menurut Musyafak, anak dari korban pembunuhan sadis dipanggil untuk diambil sampel DNA.
"Korban dia seorang Janda, ada dua anaknya. Yang besar berusia 15 tahun dan satu lagi 11 tahun," kata Musyafak di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2016).
Dia menambahkan, untuk anaknya yang berusia 15 tahun diambil sampelnya berupa air liur, merupakan putri pertama dari korban.
"Tulang dada milik korban dan tulang milik janin dalam kandungan. Serta sampel kuku jari korban dan kuku jari saksi, kita juga ambil sampelnya," ujar Musyafak.
Dia melanjutkan, semua itu untuk melihat apakah ada keterlibatan saksi dalam peristiwa pembunuhan atau tidak.
"Setiap pembunuhan pasti ada upaya untuk berontak atau melawan kan. Ada cakaran-cakaran di situ. Nah, itu kami periksa juga," terang Musyafak.
Sementara itu, untuk sampel janin yang dikandung korban, juga akan diambil sampelnya. Jika pelaku AG sudah tertangkap, maka akan dibuktikan apakah ada hasil hubungan gelap antara pelaku dan korban atau bukan.
"Bila pelakunya sudah tertangkap, kita cocokkan DNA (pelaku) dengan janin, ini memang (misalkan) yang menghamili. Dibuktikan secara ilmiah, jadi kalau misalkan (pelaku) menyangkal tidak bisa," tegas Musyafak.
Sebelumnya, Korban Nur Atika pernah bekerja di rumah makan padang di daerah Cikupa, Tanggerang Selatan bersama AG. AG merupakan atasannya diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Nur Atika. Hingga saat ini pelaku masih dalam pengejaran oleh Kepolisian Polda Metro Jaya dan Polisi Resor Tanggerang Selatan.
Perwira Unit II Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditrektorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi Rofan Richard Mahenu mengatakan, dalam kasus pembunuhan sadis tersebut diduga tersangka (AG) saat ini masuk Daerah Pencarian Orang (DPO). Mereka diduga memiliki hubungan asmara dengan korban. Menurutnya, itu masih dalam penyelidikan untuk mengungkapkan kasus tersebut.
"Masih dalam pengejaran pelaku (AG), ada dugaan motif asmara," ujar Rofan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2016) kemarin.
Berita Terkait
-
Perempuan Hamil Dimutilasi, Hanya Tersisa Kepala dan Badan
-
Sebelum Dimutilasi Wanita Hamil di Cikupa Dihantam Benda Tumpul
-
AG Diduga Mutilasi Perempuan Hamil di Cikupa karena Asmara
-
Polisi Duga Pelaku Mutilasi Perempuan Hamil Tak Direncanakan
-
Polisi Cari DNA Pembunuh di Jasad Perempuan Korban Mutilasi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian