Suara.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan Agus, pelaku pembunuhan sadis dengan memutilasi Korbanya NA (34) di Cikupa, Tanggerang Selatan. Menurut Krishna pelariannya Agus ke Surabaya ternyata memiliki perempuan simpanan.
"Dia (Agus) Bersembunyi di rumah temannya, dan punya pacar juga di Surabaya," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (21/4/2016).
Namun Krishna enggan menceritakan sosok perempuan itu. Hanya saja, korban mutilasi Agus juga berstatus sebagai perempuan simpanan. Sementara Agus sudah mempunyai istri sah di Bogor.
Krishna juga memberi alasan kenapa pelaku memilih untuk lari ke Surabaya. Baginya kota tersebut sudah pernah Agus kunjungi dan sempat menetap di sana.
"Sempat dia (Agus) dua tahun berdomisili dan berkerja di Surabaya," ujar Krishna.
Seperti Diketahui Agus pembunuh sadis Mutilasi NA (34), di Cikupa Tanggerang, selama pelariannya Selama hampir sepekan akhirnya ditangkap Polda Metro Jaya yang memback Up Polisi Resor Tanggerang Banten. Agus ditangkap di Sebuah rumah makan khas Padang di Surabaya, Rabu (20/4/2016) pagi tanpa melakukan perlawanan. Saat ini Agus sudah di Polda Metro Jaya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!