Suara.com - Cinta terlarang Kusmayadi alias Agus dengan Nuri berakhir dengan pembunuhan sadis. Agus memutilasi Nuri lantaran kesal didesak untuk menikahi jada yang sudah tinggal seatap dengannya itu.
Agus memutilasi Nuri pada 10 April 2016 kemarin di kontrakannya di Cikupa. Kontrakan Agus dan Nuri tidak jauh dari Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Namun Agus sempat mempertimbangkan beberapa hari untuk membunuh Nuri yang sudah berbadan dua itu.
Pikiran jahat Agus sudah terbesit sejak 7 April 2016. Dia mendatangi temannya, Valen dan bercerita tengah mempunyai masalah.
"Sempat bertanya kepada Valen, bila membunuh orang dosa besar atau tidak?" kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Kamis (21/4/2016).
Selumnya, Agus memang sudah akhirnya ketahuan sudah mempunyai istri. Awalnya Agus mengaku bujangan, sementara Nuri seorang janda. Mereka pun sering terlibat pertengkaran.
Nuri sering mengeluhkan uang uang diberikan Agus kurang untuk biaya hidup. Sementara Nuri pun menuntut kejelasan hubungan mereka. Nuri minta Agus untuk menikahinya. Karena itu lah Agus berpikir untuk membunuh selingkuhannya itu.
Selain kepada Valen, Agus pun bercerita ke Erik. Namun kali ini dia menanyakan Erik soal pengalaman membunuh orang. Obrolan itu dia sampaikan 2 kali pada 7 dan 8 April 2016.
"TSK cerita lagi ke Erik kenapa takut bunuh orang, Erik mengatakan takut," cerita Krishna.
Hari maut untuk Nuri pun datang, 10 April 2016. Minggu itu, Agus dan Nuri terlibat adu mulut. Nuri terus menuntut Agus menemui orangtuanya di Banten untuk melamar. Agus pun mengulur waktu agar Nuri bersabar. Keributan reda, mereka makan bersama nasi bungkus di kontrakan.
Dua jam setelah itu, pertengkaran kembali datang. Kali ini terjadi ribut besar hingga Nuri mendorong Agus hingga terjatuh. Agus pun tidak menerima perlakuan itu. Dia langsung membanting dan mencekik Nuri menggunakan kaki.
Nuri sempat berteriak, dia minta tolong. Tapi suara Nuri mengecil akibat cekikan kaki Agus di leher semakin kuat. Cekikan itu dilakukan selama 30 menit hingga Nuri tak bernapas.
Mengetahui Nuri tewas, Agus mendatangi temanna, Erik di sebuah rumah makan di Cikupa. Namun Erik tidak bisa membantu karena masih bekerja.
malam harinya, Agus masih panik. Dia pun berpikir untuk menghilangkan jejak dengan cara memutilasi Nuri. Sebilah golok pun dia ambil dari bawah TV di kontrakannya. Mutilasi pun dimulai.
Agus memulai dengan memotong tangan kanan dan kiri Nuri. Potongan tangan itu dia bungkus dengan plastik besar dan disimpan di kostnya.
Malam-malam potongan tangan itu Agus buang ke kawasan pembuangan sampah di Bugel, Tigaraksa dengan dibantu temannya Erik menggunakan sepeda motor.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Perselingkuhan Perempuan Hamil Korban Mutilasi Cikupa
-
Tersangka Pemutilasi Perempuan Hamil Akhirnya Dibekuk Polisi
-
Potongan Kaki Mutilasi di Cikupa Dibungkus Kantong Plastik
-
Tersangka Pelaku Mutilasi Ibu Hamil di Cikupa Diburu ke Luar Jawa
-
Potongan Kaki Ibu Hamil Korban Mutilasi Belum Ditemukan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs