Suara.com - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Lalu Muhammad Iqbal mengaku sudah mendengar kabar mengenai pembebasan 10 WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, Filipina. Kendati demikian, dirinya belum bisa memastikan kebenaran berita tersebut.
Hingga kini, pihaknya masih melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait di lapangan. Informasi lanjutan mengenai pembebasan 10 sandera tersebut akan disampaikan kemudian.
"Ya, saya masih komunikasi dengan tim kami di lapangan mengenai hal ini," kata Lalu kepada Suara.com.
Lalu mengungkapkan, hingga beberapa menit sebelum berita ini diturunkan, Menteri Luar Negeri RI Retno Priansari Marsudi masih berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Filipina terkait hal tersebut. Namun, sekali lagi dirinya belum bisa memastikan kabar pembebasan sandera tersebut.
"Menlu hingga beberapa menit terakhir masih komunikasi dengan menlu Filipina," terang Lalu.
Ketika ditanya apakah ada pemberian tebusan kepada pihak Abu Sayyaf, Lalu menegaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal hal tersebut. Soal kelanjutan informasi soal pembebasan sandera akan disampaikan oleh secara resmi oleh Kemlu.
"Soal tebusan kami dari Kemlu tidak pernah mengurusi hal seperti itu, tebusan itu. Nanti tunggu saja rilis resmi dari kami, tunggu saja ya," pungkas Lalu.
Sepuluh Warga negara Indonesia yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di wilayah Sulu, Filipina telah dibebaskan, Minggu (1/5/2016). Hal ini seperti disampaikan situs berita Filipina Inquirer.net.
Kepala Polisi Sulu Wilfredo Cayat membenarkan kabar pembebasan kesepuluh sandera WNI tersebut. Sayangnya, Wilfred tak menjelaskan secara detil.
"Kami diinformasikan bahwa ada orang tak dikenal yang mengantarkan (tawanan) warga Indonesia di depan kantor Gubernur Sulu Abdusakur Toto Tan," kata Wilfred.
"Kemudian mereka dibawa ke dalam lalu diberi makanan. Gubernur kemudian menelpon saya dan menyerahkan ke-10 orang tadi ke kami. Sekarang kami akan membawa ke-10 orang tadi ke Zamboanga dan mengembalikan mereka ke kantor konsuler," lanjut Wilfred.
Berdasarkan data kepolisian Sulu, identitas kesepuluh tawanan WNI yang dibebaskan adalah Peter Tonson, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu Oktavianto, Reynaldi, dan Wendi Raknadian.
Tag
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi