Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong setiap daerah, khususnya di tingkat kabupaten, untuk meningkatkan produksi lokal serta memiliki kreativitas dan inovasi dalam mengolahnya menjadi hasil perekonomian daerah.
"Pondasi utama dari daerah adalah kegiatan yang produktif, dengan inovasi dan kreativitas dari daerah masing-masing. Tanpa inovasi dan kreativitas, maka akan sulit dicapai kemajuan bagi daerah itu sendiri," kata Wapres dalam pengukuhan pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (5/5/2016).
Kemajuan suatu daerah tergantung pada produktivitas masing-masing daerah antara lain dalam bidang pertanian, industri dan jasa. Hasil dari peningkatan produksi tersebut kemudian dapat memberikan pemasukan ekonomi bagi daerah tersebut.
Dalam bidang pertanian, peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan menaikkan jumlah dan kualitas hasil produksi. Selain itu, industri di suatu daerah harus digalakkan guna memberikan kesempatan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
"Sampai hari ini, penduduk itu akan terus menerus berpindah dari daerah ke kota, pedalaman masuk kota. Sehingga, apabila pertanian di daerah berhasil maka akan muncul kemakmuran daerah yang baik," jelasnya.
Upaya pemerintah daerah dalam membina masyarakatnya untuk berinovasi dan berkreasi terhadap produksi lokal tersebut dapat menjadi tolok ukur keberhasilan otonomi di daerah tersebut.
"Hasil otonomi ditentukan apakah daerah itu meningkatkan kesejahteraannya atau tidak, dan itu ditandai oleh berbagai indikator yang salah satunya kemampuan pemerinta daerah membiayai daerahnya dengan hasil-hasil lokal tersebut," jelas Wapres.
Di hadapan ratusan bupati, Wapres juga mengingatkan supaya pemerintah kabupaten tidak lebih banyak bergantung pada dana alokasi umum dan dana alokasi khusus dari Pemerintah Pusat.
"Bila banyak daerah masih bergantung pada DAU dan DAK saja, maka 80 persen daerah itu tidak bisa dikatakan sudah memberi inovasi dan kreativitas yang baik," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya
-
Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
-
PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik
-
PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!