- PT PLN melakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat akibat gangguan operasional pada sistem pembangkit.
- Pasokan energi primer dan batu bara dipastikan dalam kondisi aman dan tidak menjadi penyebab terjadinya gangguan tersebut.
- PLN melakukan manajemen beban terukur serta memprioritaskan fasilitas vital sementara proses pemulihan sistem kelistrikan terus dipercepat dilakukan.
Suara.com - PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat bukan disebabkan oleh krisis batu bara maupun kekurangan pasokan energi primer. Pemadaman dilakukan sebagai langkah manajemen beban setelah terjadi gangguan operasional pada sistem pembangkit.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan kebijakan pemadaman bergilir diterapkan secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.
"Adanya padam di beberapa lokasi merupakan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Barat," kata Mukhlis dalam keterangannya, Jumat.
Menurut dia, gangguan operasional pada pembangkit menyebabkan pasokan listrik ke sistem kelistrikan Kalbar belum kembali optimal sehingga pengaturan beban menjadi langkah yang harus dilakukan.
"Langkah tersebut harus dilakukan menyusul adanya gangguan operasional pembangkit yang menyebabkan suplai listrik belum optimal," ujarnya.
Mukhlis menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu krisis batu bara karena kondisi pasokan energi primer masih aman.
"Kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara, yang saat ini dalam kondisi aman," tegasnya.
Di wilayah Singkawang dan Bengkayang, Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menjelaskan gangguan terjadi pada sistem suplai pembangkit yang memasok kebutuhan listrik di kedua wilayah tersebut.
"Proses perbaikan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya, namun pasokan listrik belum dapat kembali normal sehingga masih diperlukan pemadaman bergilir dengan durasi maksimal sekitar lima jam di beberapa lokasi," katanya.
Baca Juga: Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
Made mengatakan selama proses pemulihan, PLN memprioritaskan pasokan listrik ke fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor pelayanan pemerintahan agar layanan publik tetap berjalan.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan memastikan seluruh sumber daya terus dikerahkan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.
Berdasarkan pengumuman PLN UID Kalimantan Barat, pemadaman bergilir pada Jumat dilakukan di sejumlah wilayah seperti Bengkayang, Pontianak, Singkawang, dan Kubu Raya.
Di tengah proses pemulihan tersebut, pemadaman listrik menuai keluhan dari masyarakat dan pelaku usaha. Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra, meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan agar masyarakat tidak berspekulasi.
"Namun ketika terjadi gangguan yang berdampak luas seperti saat ini, komunikasi kepada masyarakat harus lebih ditingkatkan. Dengan adanya penjelasan yang terbuka, masyarakat tidak perlu berspekulasi mengenai penyebab gangguan sehingga kepercayaan publik terhadap PLN tetap terjaga," ujarnya.
Keluhan juga datang dari pelaku usaha laundry di Kabupaten Bengkayang yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman listrik tanpa pemberitahuan lebih awal sehingga sejumlah pesanan pelanggan tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Berita Terkait
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
-
Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah
-
PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
-
PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik
-
PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!
-
Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat
-
DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat
-
Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana
-
Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi
-
Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar
-
DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen