News / Nasional
Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB
Ilustrasi Pemadaman Listrik. [Suara.com/AI].
Baca 10 detik
  • PT PLN melakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat akibat gangguan operasional pada sistem pembangkit.
  • Pasokan energi primer dan batu bara dipastikan dalam kondisi aman dan tidak menjadi penyebab terjadinya gangguan tersebut.
  • PLN melakukan manajemen beban terukur serta memprioritaskan fasilitas vital sementara proses pemulihan sistem kelistrikan terus dipercepat dilakukan.

Suara.com - PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat bukan disebabkan oleh krisis batu bara maupun kekurangan pasokan energi primer. Pemadaman dilakukan sebagai langkah manajemen beban setelah terjadi gangguan operasional pada sistem pembangkit.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan kebijakan pemadaman bergilir diterapkan secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.

"Adanya padam di beberapa lokasi merupakan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Barat," kata Mukhlis dalam keterangannya, Jumat.

Menurut dia, gangguan operasional pada pembangkit menyebabkan pasokan listrik ke sistem kelistrikan Kalbar belum kembali optimal sehingga pengaturan beban menjadi langkah yang harus dilakukan.

"Langkah tersebut harus dilakukan menyusul adanya gangguan operasional pembangkit yang menyebabkan suplai listrik belum optimal," ujarnya.

Mukhlis menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu krisis batu bara karena kondisi pasokan energi primer masih aman.

"Kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara, yang saat ini dalam kondisi aman," tegasnya.

Di wilayah Singkawang dan Bengkayang, Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menjelaskan gangguan terjadi pada sistem suplai pembangkit yang memasok kebutuhan listrik di kedua wilayah tersebut.

Ilustrasi pemadaman listrik.[Unsplash/Claudio Schwarz]

"Proses perbaikan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya, namun pasokan listrik belum dapat kembali normal sehingga masih diperlukan pemadaman bergilir dengan durasi maksimal sekitar lima jam di beberapa lokasi," katanya.

Baca Juga: Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Made mengatakan selama proses pemulihan, PLN memprioritaskan pasokan listrik ke fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor pelayanan pemerintahan agar layanan publik tetap berjalan.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan memastikan seluruh sumber daya terus dikerahkan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

Berdasarkan pengumuman PLN UID Kalimantan Barat, pemadaman bergilir pada Jumat dilakukan di sejumlah wilayah seperti Bengkayang, Pontianak, Singkawang, dan Kubu Raya.

Di tengah proses pemulihan tersebut, pemadaman listrik menuai keluhan dari masyarakat dan pelaku usaha. Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra, meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan agar masyarakat tidak berspekulasi.

"Namun ketika terjadi gangguan yang berdampak luas seperti saat ini, komunikasi kepada masyarakat harus lebih ditingkatkan. Dengan adanya penjelasan yang terbuka, masyarakat tidak perlu berspekulasi mengenai penyebab gangguan sehingga kepercayaan publik terhadap PLN tetap terjaga," ujarnya.

Keluhan juga datang dari pelaku usaha laundry di Kabupaten Bengkayang yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman listrik tanpa pemberitahuan lebih awal sehingga sejumlah pesanan pelanggan tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Load More