Suara.com - Pebalap muda Indonesia, Sean Gelael, tak ingin mematok target yang muluk-muluk pada balapan pertamanya di ajang GP2 Series di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, 14-15 Mei 2016.
Pebalap yang memperkuat tim Pertamina Campos Racing itu hanya mengincar posisi papan tengah. Target ini dinilainya cukup realistis mengingat dia masih harus beradaptasi dengan lingkungan di GP2.
"Ini musim penuh pertama saya. Saya masih belajar," kata Sean dalam siaran pers yang diterima, Rabu (11/5/2016). "Terkait balapan, saya akan berusaha terlebih dahulu masuk posisi 15 besar pada kualifikasi. Setelah itu fokus menjalani balapan dengan segala kemampuan."
Babak kualifikasi akan dilakukan pada, Jumat (13/5/2016). Satu hari sebelumnya, pebalap berusia 19 tahun ini akan menjalani track walk guna mengetahui karakteristik Sirkuit Catalunya. Sementara, balapannya sendiri akan digelar, Sabtu (14/5/2016).
Pada balapan pertama (feature race) para pebalap harus menyelesaikan sebanyak 37 putaran atau sekitar 60 menit dengan satu kesempatan pit stop. Adapun pada balapan kedua (sprint race) akan dilangsungkan, Minggu (15/5/2016), sebanyak 26 putaran atau sekitar 45 menit, tanpa pit stop.
Karena jumlah lap balapan pertama dan balapan kedua berbeda, maka dari penghitungan jumlah poin yang didapat pebalap pun akan berbeda.
Pada balapan pertama, pebalap yang finis di posisi 10 besar berhak mendapat poin--sama dengan penghitungan poin balapan Formula 1--, yang secara berurutan dari posisi pertama, yakni 25, 18, 15, 12, 10, 8, 6, 4, 2, 1.
Adapun pada balapan kedua, poin hanya diberikan kepada pebalap yang menempati posisi delapan besar dengan urutan dari posisi pertama, yaitu 15, 12, 10, 8, 6, 4, 2, 1.
Namun, aturan GP2 juga memberi bonus poin tambahan. Bagi pebalap yang mendapatkan pole position pada balapan pertama mendapat tambahan empat poin. Sementara setiap pebalap yang bisa mengukir waktu tercepat pada balapan pertama atau kedua mendapat tambahan dua poin. (Antara)
Berita Terkait
-
Sean Gelael Bongkar Rahasia Balap Endurance, Soroti Ketahanan Fisik dan Performa Mesin
-
Gagal Podium di Imola, Sean Gelael Terhambat Penalti Unsafe Release
-
Sean Gelael Dipastikan Tampil di GT World Challenge Asia 2026 Seri Mandalika
-
Kemitraan Lanjut di 2026, Mental Juara Sean Gelael Meningkat
-
BNI Dukung Sean Gelael Awali Musim Balap 2026 Lewat Asian Le Mans Series
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan