Suara.com - Sebuah rekaman video terbaru yang memperlihatkan kekejaman ISIS di Niniwe, Irak, beredar di dunia maya. Dalam rekaman tersebut, ISIS diduga mempersilakan sejumlah warga untuk menembak lima tawanan mereka
Lansiran Al Masdar News, lima tawanan tersebut dituduh murtad, sehingga ISIS memutuskan untuk mengeksekusi mati mereka di depan umum. Media tersebut mengatakan, kali ini ISIS tidak langsung melakukan eksekusi sendiri, melainkan meminta warga untuk menembak kelima tawanan tersebut.
Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang yang berada di antara kerumunan mengajukan diri sebagai eksekutor, dengan cara mengangkat tangan mereka. Meskipun warga yang melakukan eksekusi tidak terlihat berada dalam todongan senjata, tidak diketahui pasti apakah mereka benar-benar melakukan itu dengan sukarela. Tidak diketahui pula, apakah mereka melakukannya atas ancaman.
Yang jelas, para serdadu ISIS memberikan mereka masing-masing sepucuk pistol. Kemudian mereka diminta menembakkan pistol mereka ke arah kelima tawanan secara bersamaan.
Niniwe jatuh ke tangan ISIS pada 10 Juni 2014 lalu. Sedikitnya 500.000 warga mengungsi dari kota tersebut.
Banya peninggalan sejarah di kota tersebut yang dirusak ISIS maupun rusak akibat pertempuran. Sejak ISIS merebut kota tersebut, terjadi pertempuran sengit dengan pasukan Irak dan pasukan Peshmerga Kurdi. (Mirror)
Tag
Berita Terkait
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT