Suara.com - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akan memasuki pensiun pada akhir Juli nanti. Namun proses untuk memilih calon penggantinya belum berjalan.
Saat ini muncul wacana masa jabatannya akan diperpanjang oleh Presiden Joko Widodo. Wacana itu menjadi pro dan kontra di kalangan anggota dewan dan pengamat kepolisian.
Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu menyatakan bahwa tidak ada keterdesakan perpanjangan jabatan Jenderal Badrodin sebagai Kapolri.
"Menurut saya Jenderal Badrodin tidak perlu diperpanjang, karena tidak ada urgensinya. Sekali lagi tanpa mengurangi rasa hormat hak prerogatif presiden, lebih baik tidak diperpanjang," kata Masinton dalam tentang wacana perpanjangan masa jabatan kapolri dan stabilitas nasional di Hotel Saripan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (17/5/2016).
Dia menjelaskan, dalam perpanjangan jabatan Kapolri ada unsur urgensi kedaruratan. Situasi nasional dan Polri sekarang dinilai tidak ada yang darurat. Namun jika Presiden Jokowi tetap melakukan perpanjangan jabatan Kapolri harus ada penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Kalau dilihat sekarang Polri cukup bagus. Banyak Jenderal-jenderal binang dua, bintang tiga yang bagus sebagai calon Kapolri. Situasinya juga normal-normal saja. Kalau presiden mau memperpanjang silahkan, tapi harus ada alasannya, penjelasan kepada DPR," ujar dia.
Dia menambahkan, dalam perundang-undangan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri merupakan hak prerogatif presiden dan harus persetujuan DPR. Dalam PP No 1 Tahun 2003 tentang Polri, masa jabatan anggota Polri aktif sampai usia 58 tahun.
Namun bisa diperpanjang sampai usia 60 tahun jika dibutuhkan karena memiliki keahlian khusus.
"Dapat diperpanjang dua tahun kalau memiliki keahlian khusus, ini ada klasifikasinya, misal ahli di bidang forensik, ahli deteksi bom dan lainnya. Nah Badrodin ini masuk dalam klasifikasi yang mana," ucap dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?