Suara.com - Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump berencana bertemu dan melakukan pembicaraan dengan pemimpin Korea Utara guna membahas isu nuklir. Dalam pertemuannya nanti, Trump mendesak Jong Un menghentikan proyek nuklir-nya.
"Saya akan berbicara dengan dia (Jong Un). Saya rasa tak masalah saya berbicara dengannya," kata Trump seperti dikutip laman Reuters. Dalam perbincangannya nanti, Trump juga berencana membahas isu sensitif kedua negara.
Dikatakan dalam pidatonya di Manhattan, Trump juga akan melakukan tekanan kepada Cina terkait masalah ekonomi. Seperti diketahui, Cina merupakan satu-satunya negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Pyongyang.
"Saya akan melakukan banyak tekanan kepada Cina soal ekonomi Korut. Mereka bisa menyelesaikannya hanya dengan sekali pertemuan atau lewat telepon," katanya.
Rencana Trump menuai kritik publik AS. Pasalnya, hal ini dianggap bertententangan dengan kebijakan Presiden Barrack Obama yang mengharamkan pejabat senior AS melakukan pertemuan dengan petinggi Korut. Pyongyang sendiri belum merespon keinginan Trump. Sementara itu, pihak Korea Selatan menolak menanggapi rencana Trump bertemu dengan Jong Un. Namun, mereka menyebut denuklirisasi merupakan prioritas paling penting dalam dialog dengan Korut. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital
-
Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat
-
Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo
-
Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan
-
KemenPPPA Sebut Lonjakan Daycare di Indonesia Tak Diiringi Standar dan Legalitas
-
Diisukan Bakal Digeser dari KSP Saat Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari Bilang Begini
-
Misteri Motif Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Satu Orang Pelaku Kini Diperiksa Intensif
-
Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan
-
Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz
-
Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, Pemprov DKI Siapkan 3 Rusun dan Fasilitas Lengkap