Koordinator Formappi, Sebastian Salang mendesak Presiden Joko Widodo jika mau melakukan perombakan kabinet harus didasarkan kepada kinerja.
"Perlu diingat kegaduhan yang dibuat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli dan Menteri ESDM, Sudirman Said bersifat positif. Mereka membuka kebobrokan yang terjadi di pemerintahan dan publik sangat membutuhkan itu," kata Koordinator Formappi, Sebastian Salang di Jakarta, Jumat (20/5/2016).
Sebastian mengatakan, Presiden Joko Widodo sangat membutuhkan figur menteri yang memiliki gaya komunikasi blak-blakan seperti Rizal Ramli.
Menurut Sebastian, gaya blak-blakan itu akan bisa membuka ke publik tentang berbagai hal yang merugikan rakyat banyak, apalagi jika itu dilakukan oleh orang-orang di dalam pemerintahan sendiri.
"Saya menilai gaya komunikasi Rizal Ramli sangat dibutuhkan oleh Presiden Jokowi Widodo dan publik diuntungkan," katanya.
Sebastian tak sependapat dengan Sekretaris Fraksi Hanura DPR RI, Dadang Rusdiana, yang meminta Presiden Jokowi mencopot Rizal Ramli atau Sudirman Said karena dinilai kerap membuat gaduh.
Rizal Ramli, kata Sebastian, sudah hadir sebagai menteri dengan terobosan-terobosan kebijakan yang baik untuk publik. Kalaupun Presiden Jokowi ingin mereshuffle kabinet, yang harus menjadi pertimbangan utama adalah kinerja itu sendiri. Jangan mereshuffle menteri yang sudah membuktikan kinerjanya kepada publik, ujarnya.
Hal yang sama disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madami (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan, Presiden Jokowi harus mencari figur menteri yang bekerja sesuai arahan Nawacita dan sangat terbuka atau transparan.
Saat ini, tambahnya, ada tiga peta wajah Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.
Pertama, anggota kabinet yang bekerja sesuai arahan Nawacita seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.
Kedua, anggota kabinet yang bekerja tidak berdasarkan arahan Nawacita. Mereka selalu berjalan sendiri dengan agenda masing-masing.
Ketiga, para menteri yang berada di tengah. Mereka bekerja sesuai arahan Presiden Jokowi, tetapi lupa melihat fenomena kekinian.
Dari ketiga wajah kabinet saat ini, Ray Rangkuti mengatakan, Rizal Ramli berada pada posisi pertama, karena bekerja sesuai arahan Nawacita. (Antara}
Berita Terkait
-
Kaleidoskop 2025: Jejak Tiga Kali Reshuffle Kabinet di Pemerintahan Prabowo
-
Muncul Desakan Reshuffle Kabinet Imbas Banjir Sumatra, Begini Respons Menteri LHK Hanif Faisol
-
Formappi Nilai Proses Etik Lima Anggota DPR Nonaktif Jadi Ujian Independensi MKD
-
Putusan MKD soal Rahayu Saraswati Disorot, Formappi: Publik Bisa Melihatnya Sebagai Drama Komedi
-
Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras: Menteri 'Nakal' Tiga Kali, Akan Di-Reshuffle
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
Dikira Maling, Pria Mabuk yang Panjat Atap Rumah Warga di Pancoran Ternyata Hanya...
-
Jerat Baru Pasal Perzinaan di KUHP Baru, Tak Beda Jauh dari yang Lama
-
Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?
-
Polisi Tunggu Hasil Toksikologi, Penyebab Kematian Satu Keluarga di Warakas Masih Misteri
-
KAI Daop 1 Layani 1,6 Juta Penumpang Selama Libur Nataru 2025/2026
-
Marak Tawuran Lagi di Jakarta, Stres di Pemukiman Padat Picu Emosi Warga?
-
Drama Sidang Nadiem Makarim: Kejahatan Diadili KUHP Lama, Hak Terdakwa Pakai KUHAP Baru
-
Potret Laras Faizati di Balik Jeruji: Memegang Secarik Kertas dan Doa Ibu Jelang Sidang Pembelaan
-
Kemen PPPA Kecam Aksi Ibu Mutilasi Bayi di Jember, Soroti Dampak Pernikahan Dini dan Pengasuhan
-
3 Pelajaran Berharga dari Venezuela Agar Sektor Energi Indonesia Tak Mudah Didikte Global