Suara.com - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada masih menuai perdebatan di kalangan internal Dewan Perwakilan Rakyat. Anggota Komisi II DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Yandri Susanto, mengatakan, pembahasan RUU Pilkada akan dilanjutkan hari ini.
"Kami akan melanjutkan RUU Pilkada ini, hari ini, harapan kami tentu semoga cukup lancar," kata Yandri, di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta Pusat, senin (23/5/2016).
Menurut Yandri, masih banyak tema besar yang menjadi perdebatan. Ia khawatir, apabila pembahasan RUU Pilkada tidak rampung dalam minggu ini, tahapan Pilkada akan terganggu.
"Karena kalau misalkan isu-isu besar seperti ini tidak bisa diselesaikan dalam minggu ini, ya tentu sangat mengkhawatirkan, dalam tahapan Pilkada itu pasti terganggu," tutur Yandri.
Yandri melanjutkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu dasar hukum dalam membuat Peraturan KPU (PKPU), demikian juga halnya dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
"Karena KPU perlu kepastian dalam membuat PKPU, Bawaslu juga begitu, apalagi KPU dan Bawaslu juga akan membuat peraturan, wajib melakukan konsultasi kepada DPR. Ini juga membutuhkan waktu," ujar Yandri.
Yandri berharap, semua fraksi dan pemerintah bisa membangun sinergitas. Katanya, apabila masing-masing pihak ngedepankan egonya masing-masing maka masa sidang tidak akan selesai. Ia menegaskan, Fraksi PAN khawatir proses Pilkada akan terganggu.
"Mungkin kalau menurut saya, semua fraksi dan pemerintah, karena posisi sama, itu harus membangun kerjasama yang aktif dan saling memahami. Kalau misalnya berpegang pada posisi masing-masing, mengedepankan ego masing-masing, sekali lagi Fraksi PAN mengkhawatirkan, mungkin masa sidang ini juga tidak akan selesai," kata Yandri.
"Itu artinya, kepastian hukum dan peserta pilkada tentu sangat terganggu," Yandri menambahkan.
Berita Terkait
-
Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
Residu Pilkades Bikin Bansos Melenceng, KemendesKemensos Satukan Data Desa
-
Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai
-
Tiga Ribu Desa Belum Nikmati Listrik, Menteri Yandri Tekankan Pemanfaatan EBT
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas