Suara.com - Banjir di wilayah DKI Jakarta, antara lain disebabkan oleh kebiasaan buruk warganya sendiri. Misalnya membuang sampah secara sembarangan.
Sampah yang dibuang sembarangan kemudian menyumbat aliran air di sungai ataupun got. Sampah tersebut juga merusak mesin pompa air sehingga tidak berfungsi maksimal untuk mengurangi debit air.
Seperti mesin pompa air yang ada di Jalan Bango IV, RT 11, RW 3, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, yang sering rusak akibat sampah yang masuk ke dalam mesin pompa air.
"Mesin pompa air yang di RT 11 sekarang lagi rusak. Pas kita cek ternyata gara-gara sampah masuk ke dalam mesin sampai melilit. Nah kemarin di sini (RT 10) juga rusak, penyebabnya sama, karena sampah itu," kata Joni (54), petugas pemprov DKI Jakarta yang menjaga pompa air di RT 10, Kelurahan Pondok Labu.
Dia mengimbau agar warga Jakarta sadar diri dengan membuang sampah pada tempatnya.
"Ya harusnya kita warga Jakarta tuh sadar. Kayak mesin pompa air aja yang harusnya bisa kurangin banjir malah jadi rusak. Masa sampah-sampah juga yang ngerusakin. Kalau masih sembarangan buang sampahnya kan yang kebanjiran warga-warga Jakarta juga," kata Joni.
Hujan deras yang mengguyur sebagian kota Jakarta pada Selasa (24/5/2016) malam menggenangi pemukiman di sekitar bantaran Kali Krukut, Jalan Bango, RW 3.
Warga yang terkena dampak banjir kemudian mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah daerah.
Warga korban banjir sekarang kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan minum, mandi, dan mencuci.
"Ada tiga RT yang kebanjiran. RT 9, RT 10, sama RT 11. Tapi yang paling tinggi RT 11, di sana bisa sepinggang tingginya," kata Vincent. (Leonard Ardy Konay)
Tag
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!
-
Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang
-
Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi
-
Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut