Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya Idrus Marham, diperiksa Badan Reserse dan Kriminal Polri, Kamis (30/4). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Partai Golkar mengumumkan nama-nama kepengurusan masa bakti 2016-2019. Sejumlah nama bermasalah, masih tertulis dalam kepengurusan partai yang dipimpin oleh Setya Novanto. Ada 119 nama untuk kepengurusan harian dari 247 total kepengurusan.
Nama-nama yang bermasalah itu, di antaranya, Ketua Harian Nurdin Halid yang merupakan terpidana kasus impor gula ilegal dan beras Vietnam, Ketua DPP Golkar Bidang Pemuda dan Olah Raga Fahd El Fouz yang merupakan terpidana korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah/DPID.
Kemudian, Ketua Pemenang Pemilu Wilayah Jawa Timur Sigit Haryo Wibisono yang merupakan terpidana kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, serta Ketua Kordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Ahmad Hidayat Muis yang merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan Masjid Raya Sanan, di Sula, Maluku.
Sementara itu, nama Yahya Zaini yang sebelumnya ditulis sebagai Ketua Bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik, kini tidak ada lagi. Mantan anggota DPR itu sebelumnya pernah tersangkut skandal video porno pada 2006 bersama artis dangdut Maria Eva.
Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham, masuknya nama-nama yang bermasalah ini merupakan keputusan tim formatur. Dia mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) juga sudah memutskan bahwa siapapun yang telah menjalani hukuman dari proses hukum yang ada, itu secara serta merta bisa mengikuti proses politik, termasuk Pilkada, Pileg, Pilpres dan posisi lainya.
"Tidak ada masalah bagi teman-teman yang sudah menjalani hukuman yang sudah lewat. Dengan keputusan MK maka itu bisa berjalan," kata Idrus di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (30/5/2016).
Salah satu nama yang bermasalah, Fahd, mengatakan dirinya siap menjalankan tugas di posisinya ini. Menurutnya, kejahatan masa lalunya sudah selesai dan tidak perlu dipermasalahkan alagi.
"Itu sudah selesai masalah saya. Apalagi masalah saya?" ujar dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
-
Prabowo Kantongi Data Intelijen Soal Pengamat, Idrus Marham: Kritik Harus Rasional dan Obyektif
-
Ingatkan Pemerintah Jangan Terburu-buru Naikkan Harga BBM, DPR: Harus Jadi Opsi Paling Akhir
-
Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya