Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjelaskan manfaat Kartu Jakarta One yang baru saja diluncurkan. Pemprov DKI dapat melakukan pengawasan terhadap warga yang menempati rumah susun, untuk mengantisipasi praktik oknum yang kerap melakukan praktik jual beli rusun.
"Kita nggak mungkin urus 10 juta penduduk menggunakan manual. Jadi dengan ini, keluar masuk rusun, rusun suka jual beli sewa," kata Ahok usai peluncuran Kartu Jakarta One di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).
Menurutnya kartu tersebut akan mencocokan identitas warga dan sidik jari warga yang benar-benar menempati rusun. Jadi, lanjut Ahok akan semua penghuni rusun yang tersebar di Jakarta akan mudah terdeteksi.
"Nah kita pakai kombinasi tempel kartu dan sidik jari, gitu nggak cocok nanti akan ada notifikasi ke kami.
Kalau dia masukkin itu rusun orang yang bukan pemilik, atau nyewain, tetangga akan laporin," kata Ahok. Selain dapat dipergunakan warga sebagai kartu identitas elektronik. kartu Jakarta One juga ditunjukkan agar warga bisa mengakses pelayanan seperti transportasi publik.
"Kartu ini akan bantu kami punya data bisa melayani dengan baik. Sama kaya bus, kamu naik dari jempol turun di kelingking, kamu tempel kan, naik turun, naik turun gratis deh," kata Ahok.
Menurut Ahok, kartu tersebut juga bisa memperlihatkan data warga yang telah menggunakan transportasi massal di Jakarta.
"Kamu nih naik bus sampe empat kali satu tujuan, kita bisa hitung berapa orang, jam berapa," kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengatakan menghitung jumlah kendaraan umum yang mengangkut warga sehingga pemerintah bisa melihat armada transportasi mana yang kurang diminati warga.
"Jadi busnya mau ukuran besar, sedang, kecil, bisa kita atur sehingga tidak melakukan pemborosan buat DKI, jadi tau persis bus gandeng ini rugi narik jam segini, kenapa nggak ganti yang lebih kecil, nah ini yang kita butuhkan data seperti ini," kata Ahok.
Dia juga menambahkan melalui kartu tersebut Pemprov DKI bisa memberikan subsidi daging bagi warga pemegang Kartu Jakarta Pintar. Pemerintah, kata Ahok juga bisa mengontrol pembagian sembako kepada warga miskin.
"Kita bisa atur untuk kartu ini, misal contoh kita putuskan satu anak pemegang KJP boleh beli satu kilo daging sapi seharga Rp39ribu. Ya sudah, ini kartu mengontrol hanya satu kilo," kata dia.
Lebih lanjut, Ahok juga mengatakan jika pemerintah masih memprioritaskan penyaluran Kartu Jakarta One kepada warga pemegang KJP yang menempati rusun.
"Ini bertahap, kita akan produksi terus, sekarang kita punya KJP dan rumah susun, itu dulu target yg kita selesain," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025