Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Djamil mengkritik Presiden Jokowi yang terkesan lamban mengambil keputusan soal jabatan Kapolri.
"Saya punya pendapat begini, presiden tidak boleh lama-lama untuk menentukan jabatan Kapolri yang akan datang," kata Nasir, di Kompleks DPR RI, Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Nasir menyarankan supaya presiden segera memamnggil Kompolnas untuk meminta masukan terkait pengganti Kapolri, Badrodin Haiti.
"Kalau presiden ingin mengganti Kapolri Badrodin Haiti dengan calon Kapolri lain, maka segera dia mengundang Kompolnas untuk menerima masukan dan pertimbangan. Sehingga presiden mendapat gambaran yang utuh siapa yang akan menggantikan Badrodin," tutur Nasir.
Sementara itu, lanjut Nasir, jika presiden ingin memperpanjanga masa jabatan Badrodin Haiti, maka disarankan untuk mengambil sikap secepatnya.
"Tapi kalau presiden ingin memperpanjang jabatan Kapolri, nggak boleh juga lama-lama," kata Nasir.
Menurut Nasir, jika presiden lambat mengambil sikap dalam persoalan ini, dikhawatirkan akan muncul isu bahwa jabatan Kapolri disandera oleh presiden.
"Jangan sampai ada isu jabatan Kapolri disandera oleh presiden. Karena apa harus segera ditentukan, kita akan menghadapi puasa, lebaran serta peristiwa-peristiwa penting lainnya yang akan dihadapi," tutur Nasir.
Nasir pun menyarankan presiden segera lakukan konsultasi dengan DPR apabila ingin memperpanjang jabatan Kapolri Badrodin Haiti. Sebab, perpanjangan jabatan Kapolri tidak diatur dalam undang-undang.
"Kalau Presiden ingin memperpanjang jabatan Badrodin Haiti, maka harus adakan rapat konsultasi dengan DPR. Karena perpanjangan ini tidak diatur dalam undang-undang," kata Nasir.
Nasir menyarankan supaya rapat konsultasi Presiden dengan DPR tidak sebatas melalui surat. Katanya, rapat tersebut harus bersifat elegan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan