Suara.com - Relawan "Teman Ahok" sempat mengancam akan menggelar aksi di Kedutaan Besar Singapura, menyusul penahanan dua pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang saat tiba di Bandara Changi, Singapura pada Sabtu (4/5/2016) kemarin. Ajakan aksi demo itu dipublikasikan melalui media sosial di akun resmi Teman Ahok di Facebook dan Twitter.
Setelah Amalia dan Richard resmi dibebaskan pihak migrasi Singapura siang tadi, salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo, meminta maaf soal ajakan untuk memobilisasi masa aksi ke Kedubes Singapura. Dia pun mengaku, tulisan ancaman untuk menduduki kedubes Singapura di Jakarta adalah emosional sesaat.
"Kami sempat merilis pernyataan kami, yang akan mengerahkan masa. Ini semua kami anggap hanya sikap emosional kami," kata Singgih saat menggelar jumpa pers di Sekretariat Teman Ahok, Pejaten, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016).
Dia menyatakan, jika ajakan untuk melakukan aksi karena rekan-rekan di Jakarta benar-benar tidak mendapatkan kabar soal keberadaan Amalia dan Richard saat dibawa ke ruang isolasi.
"Selain itu, kami mendapat chat jika mereka di tempatkan ruangan kecil, makanya kami merasa gusar dan emosional," katanya.
Lebih lanjut, Singgih mengaku, menyesalkan adanya tulisan yang berisi ajakan demonstrasi dan telah diumbar ke media sosial. Dia menyadari hal tersebut akan menjadi pelajaran para relawan Teman Ahok.
"Makanya kami minta maaf adanya kata-kata provokatif," tandas Singgih.
Sebelumnya, dua relawan Teman Ahok, Amalia dan Richard ditahan imigrasi Singapura, Sabtu (4/5/2016) kemarin. Penahanan itu dilakukan karena mereka dicurigai melakukan aktivitas politik di sana. Namun, keduanya ditahan saat baru tiba di Bandara Changi, Singapura. Setelah diintrograsi, Amalia dan Richard ditahan selama 12 jam di ruang isolasi. Setelah negosiasi dari KBRI Singapura dan Teman Ahok, akhirnya pihak imigrasi Singapura membebaskan dan memulangkan keduanya ke Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti