News / Metropolitan
Senin, 06 Juni 2016 | 16:17 WIB
Tawuran warga di Jalan Tambak, Jakarta Pusat. [suara.com/Bowo rahajro]

Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono membantah, pihaknya kecolongan terkait insiden pecahnya tawuran warga Kampung Pulo dan warga Tongtek Bukit Baru yang mengakibatkan terbakarnya tiga bangunan ruko.

Dia tidak menampik jika angka kekerasan di kawaaan Jatinegara, Jakarta Timur dari dahulu cukup tinggi.

"Bukan kebobolan. Itu sejak saya jadi polisi (Tahun) 93 sudah ada perkelahian di situ," katanya.

"Ya, sudah diantisipasi tapi namanya masyarakat. Wong itu cuma gara-gara ada suara 'klotek' aja sudah ribut," tambahnya.

Terkait tawuran warga yang kerap terjadi di bulan Ramadan. Mantan Kabid Polda Jawa Timur itu meminta semua pihak jangan hanya menyalahkan polisi.

"Berati apa? Kesadaran masyarakat, jangan semua larinya ke polisi. Jangan sampeyan salahkan polisi terus," tegas dia.

Untuk mengantisipasi bentrokan tidak terulang, Awi mengatakan, butuh sinergitas antar pihak terkait, mulai dari Pemprov DKI hingga pawong warga seperti Ketua RT/RW.

"Situ kan ada Pemda, RT, RW, pak Lurah, Camat. Mereka yang punya warga kan. Jadi sama-sama lah membangun negara ini," pungkasnya.

Load More