Suara.com - Orangtua korban dugaan salah tangkap yang dilakukan anggota Polres Jakarta Pusat, berharap aparat bisa segera membebaskan anak-anak mereka dari jerat hukum. Kasus ini bermula ketika ada tawuran warga yang terjadi di wilayah Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada 24 September 2015.
Kedelapan warga yang diduga salah tangkap masing-masing bernama Julio, Afriyanto, Lucky Iriandy, Andi, Fredi, Indra, Robby, serta Topan. Mereka saat ini statusnya sudah menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
"Saya nggak mau lagi ada korban. Saya minta ada keadilan. Yang diproses jangan warga sini saja. Anak-anak yang di dalam dibebasin, (karena) padahal mereka nggak pada salah. Udah hampir 4 bulan dia ditahan. Kasihan orangtuanya jadi susah," ujar Fatimah, orangtua dari Andi, ketika berbincang dengan Suara.com di bilangan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2016).
Fatimah bercerita, dalam kejadian itu, awalnya kawasan tempat tinggalnya diserang oleh sekelompok warga yang berasal dari Geng Abapon (Anak Bawah Pohon) yang berada di RW 10. Saat itu menurutnya, warga di kawasan Velbak tidak terima ada pos warga dibakar, sehingga warga serentak keluar dan membela kampungya.
"Padahal anak-anak sini nggak pernah ikutan tawuran. Pas ada pos dibakar, kita membela kampungnya. Intinya ini diserang terus daerah sini," katanya.
"Pokoknya kita tuntut keadilan. Kenyataan faktanya gitu, anak-anak sini nggak bersalah. Mohon semua dibebaskan, karena cukup menderita orangtuanya. Takutnya kelamaan (dipenjara), anak-anak yang tadinya baik-baik jadi keras," tutur Fatimah menambahkan.
Selain Fatimah, Anan, orangtua dari Afriyanto, mengaku heran dengan sikap pihak kepolisian. Pasalnya menurutnya, ketika warga daerahnya melaporkan kasus tawuran dan pengrusakan yang dilakukan Geng Abapon, justru tidak pernah ditanggapi.
"Anehnya, orang situ (Abapon) nggak ditangkap. Yang banyak yang di sini, malah kita jadi korban. Anak-anak yang ditangkep itu yang nggak pada salah," katanya.
Diceritakan lagi bahwa saat itu, polisi menangkap delapan warga Velbak berdasarkan adanya laporan dari seorang warga bernama Abu Bakar yang tak terima warungnya dirusak warga. Namun menurut warga, saat itu Abu Bakar melaporkan Wahid, dan bukan kedelapan nama yang saat ini jadi terdakwa.
"Iya, pas itu polisi cari si Wahid, yang kebetulan dia ngontrak di sini memang, pas cari Wahid nggak ketemu, nah ada anak-anak tuh lagi pada nongkrong mau bakar sate, dan ditangkepin dia. Sempet dipukulin, suruh ngaku," jelas Barnas, orangtua dari Lucky.
"Yang dibawa polisi saat itu 11 orang. Karena tiga (di antara)-nya masih di bawah umur, (ketiganya) dibebasin," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
Terkini
-
MBG Kembali Digulirkan, Ini Catatan Kritis JPPI Soal Arah Pendidikan
-
Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029
-
Polda Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru, Keluarga Protes Alasan Polisi
-
Pria di Depok Tewas Ditusuk Saat Tertidur Pulas, Pelaku Teriak 'Gua Orang Lampung'
-
Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran
-
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama dalam Materi 'Mens Rea'
-
Sedia Payung! Jakarta Bakal Diguyur Hujan Merata Hari Ini
-
Kala Hakim Anwar Usman Jadi 'Juara' Absen di MK, Sanksi Hanya Sepucuk Surat?
-
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup