Jaksa Agung Hadiri Raker Komisi III
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo berharap DPR menyetujui permintaan tambahan anggaran untuk Kejagung sebesar Rp310 miliar masuk ke dalam APBN Perubahan 2016. Prasetyo mengatakan anggaran sebesar Rp4 triliun yang ada saat ini belum cukup untuk mengakomodir semua kebutuhan Kejagung, terutama penanganan pidana umum dan pidana khusus.
"Ya kita lihat saja (apakah DPR menyetujui atau tidak). Kemarin waktu rapat dengar pendapat dengan mereka kami sampaikan berapa minimnya dan terbatasnya anggaran kejaksaan. Sementara yang ditangani persoalannya itu kan banyak, ya kami ini meliputi seluruh wilayah Tanah Air," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Prasetyo mengatakan selama ini meski anggaran minim, kejaksaan selalu bekerja semaksimal mungkin.
"Dengan anggaran kecil tentunya kami inginnya berbuat maksimal. Sekarang pun kami tidak pernah terlalu mengeluh ya, kami lakukan apa yang bisa dilakukan. Tetapi kami juga menyadari bahwa sekarang, kan pemerintah ini masih mengalami keterbatasan juga dalam sisi anggaran," ujar dia.
Prasetyo menambahkan kalau nanti permintaan tambahan anggaran Kejaksaan Agung disetujui, diharapkan kinerja kejaksaan semakin mantap.
"Ya harapannya begitu," tutur dia.
Sedangkan mengenai uang pengganti dalam setiap perkara, kata Prasetyo, semua masuk ke kas negara dan tidak bisa digunakan untuk operasional.
"Tidak sepersenpun yang bisa kami pakai (uang pengganti), termasuk dari uang tilang itu tidak sepersenpun di Kejaksaan, semuanya kami setoran ke negara," kata dia.
Prasetyo berharap DPR dan pemerintah dapat memaklumi.
Suara.com - "Ya, sekali lagi kami harapkan bisa dipahami lah," ujar Prasetyo.
Komentar
Berita Terkait
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Kejagung Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kasus Perintangan Penyidikan CPO
-
Kalang Kabut! Purbaya Terhimpit, Bahlil Terjepit
-
KAI Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Agung untuk Optimalisasi Aset dan Layanan Kereta
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis