Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dibuat kaget saat mendengar informasi adanya pengemis kaya di Sampit yang memiliki mobil dan kartu kredit (kaya).
"Agak kaget saya ketika pengemis dirazia di Sampit ternyata dia punya sedan dan kartu kredit, pengemis keren ini," ujar Khofifah di Jakarta, Kamis (16/6/2016).
Khofifah mengatakan, menjad agama dari agama apapun untuk memberikan pemahaman kepada pengikutnya bahwa dalam ajaran agama, tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah dengan pengertian memberi lebih baik dari pada meminta-minta.
"Maka tokoh agama menjadi penting, agama apapun menyampaikan kepada pengikutnya bahwa tangan di atas lebih mulia dari pada di bawah," ujarnya.
Khofifah menjelaskan, berdasarkan Al Quran di hari akhir nanti, saat penghitungan amal ada bermacam-macam bentuk orang, misalnya, hanya kulit dan tulang. Mereka ini adalah yang hidupnya suka meminta-minta.
"Ini tugas tokoh agama untuk mengingatkan pengikutnya," tegas Khofifah.
Sebelumnya diberitakan seorang pengemis kaya terjaring saat razia gelandangan dan pengemis di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Setelah diperiksa, pengemis tersebut ternyata memiliki mobil sedan, kartu ATM dan kartu kredit. Pengemis kaya itu adalah Arif Komady yang mengaku berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Arif dan dua pengemis lainnya terjaring saat Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotim melakukan razia di kawasan Taman Kota dan ikon kota Patung Jelawat.
Kepada petugas, Arif mengaku datang ke Sampit bersama istri dan anaknya dengan tujuan mengemis. Cacat fisik yang dideritanya menjadi modal baginya mencari banyak uang memanfaatkan rasa iba para dermawan.
Menggunakan mobil sedannya, Arif mengaku dalam sebulan terakhir sudah mengemis di beberapa kota seperti Kapuas, Palangka Raya, Kasongan, Kereng Pangi dan Sampit.
Beberapa waktu lalu petugas juga menjaring seorang pengemis perempuan yang mengantongi uang jutaan rupiah dan sejumlah sertifikat tanah. (Antara)
Berita Terkait
-
Review Film Mardaani 3: Rani Mukerji Hadapi Mafia Pengemis yang Kejam
-
Penulis Cerita dan Sesuap Harapan yang Menggelayut dalam Pikirannya
-
Akting Sujud hingga Pingsan, Dinsos Jakbar soal Viral Pengemis Nyamar Pemulung: Jangan Diberi Uang!
-
Pramono Sebut Pengemis hingga Manusia Silver Betah di Panti Sosial: Seperti Rumah
-
Pengemis di Madiun Ngamuk, Toyor Kepala Pengendara Motor Gara-gara Ini
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal