- Satpol PP DKI Jakarta menertibkan delapan orang PPKS di trotoar Jalan Mampang, Jakarta Selatan, pada Rabu, 13 Mei 2026.
- Penertiban dilakukan karena kerumunan pengemis yang menanti pembagian uang mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan pejalan kaki di kawasan tersebut.
- Delapan PPKS yang diamankan telah diserahkan ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Suara.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menertibkan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang memenuhi trotoar di Jalan Mampang, Jakarta Selatan.
Penertiban itu merupakan respons atas video yang viral di akun Instagram @gedflip pada Kamis (14/5/2026), yang memperlihatkan sekumpulan manusia gerobak dan pengemis memenuhi kawasan Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Dalam video tersebut, para pengemis terlihat menggelar tikar atau spanduk sebagai alas duduk di trotoar.
Berjajar mulai dari sekitar Halte Mampang Prapatan hingga ke arah Warung Buncit, situasi semacam itu disebut kerap terjadi setiap dini hari.
Mereka berkumpul untuk menunggu sosok yang akrab disapa "Pak Haji", yang kerap membagikan uang kepada warga di kawasan itu.
Bahkan tampak dalam salah satu video, momen sebuah mobil putih menepi untuk menjatuhkan sejumlah uang bagi para penunggu.
Operasi penindakan Satpol PP sendiri dilakukan sehari sebelum video itu viral, yakni pada Rabu (13/5/2026), dengan mengamankan delapan PPKS.
Mereka yang diamankan sebagian besar sudah lanjut usia, yakni Suwino (74) asal Tegal, Udin (63) asal Brebes, Waskam (73) asal Kuningan, Budi Cahyono (61) asal Kediri, Slamet Basuki (65) asal Jakarta, Umardani (56) asal Jakarta, Juni Marlis (45) asal Padang, dan Abdul Hadi (61) asal Jakarta.
Oleh Satpol PP, kedelapan orang tersebut diserahkan ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 pada hari yang sama.
Baca Juga: Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
"Guna pelayanan dan penanganan lanjutan," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Penertiban ini sendiri, selain untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, juga bertujuan untuk menata kawasan pedestrian.
Satpol PP mendapat arahan langsung dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, untuk membebaskan trotoar dari setiap kegiatan yang mengganggu kenyamanan para pejalan kaki.
"Prinsipnya, kami tidak ada toleransi. Tetap harus dilakukan tindakan sesuai ketentuan," tegas Satriadi.
Berita Terkait
-
Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Peran Strategis Damkar, Satpol PP, dan Linmas Jaga Stabilitas Daerah
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
35 Personel Gugur Diduga Kelelahan, Rano Karno Janji Perkuat Armada Satpol PP DKI
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!
-
Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah
-
96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga
-
DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN
-
WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun
-
Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat
-
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
-
KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3
-
Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang
-
Gerindra Jatuhkan 'Kartu Kuning' Terakhir ke Achmad Syahri: Saya Taat dan Menyesal