Suara.com - Balai Jalan Papua dan Maluku Terkena Pemotongan Anggaran Terbesar Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah X (Papua) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX (Maluku). Hal ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga dalam rangka penghematan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hediyanto W. Husaini menyebutkan pihaknya tidak bisa melakukan pemotongan dengan komposisi yang sama untuk semua Balai di lingkungan Ditjen Bina Marga.
“Kita banyak melakukan kajian, pemikiran, exercise untuk menentukan mana yang bisa dihemat, pekerjaan ditunda, atau bahkan dibatalkan. Banyak aspek yang jadi pertimbangan kami,” ungkap Hediyanto pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR-RI di Jakarta baru-baru ini.
BBPJN X mendapatkan pemotongan sebesar Rp1,18 triliun dan BPJN IX terkena pemotongan Rp1,195 triliun. Dari total pemotongan anggaran di Ditjen Bina Marga senilai Rp4,975 triliun, Rp4,951 triliun diantaranya berasal dari penghematan 11 Balai yang ada serta Rp24,69 miliar lainnya adalah penghematan di pusat.
Sebagai informasi, APBN Ditjen Bina Marga Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp45,2 triliun. Pemotongan anggaran Rp4,974 triliun, menurut Hediyanto, banyak diambil dari paket-paket kegiatan seperti pembangunan jalan baru, pelebaran maupun rekonstruksi.
“Namun, paket pekerjaan pemeliharaan rutin jalan, rehabilitasi jalan akibat bencana tidak (dipotong),” tegas Dirjen Bina Marga.
Pada tahun ini, alokasi semula preservasi/pemeliharan sebesar Rp12 triliun, lalu dipotong senilai Rp1,3 triliun. Dana tersebut diperuntukan untuk memelihara kondisi 47 ribu km jalan nasional di seluruh Indonesia. Sedangkan dari Rp6 triliun dana yang dipergunakan untuk pembangunan jalan baru, terkena penghematan sebesar Rp1,3 triliun.
“Pemotongan juga berasal dari pekerjaan pelebaran jalan, dimana kita menunda pelebaran jalan senilai Rp1,15 triliun. Tetapi kita memang tidak bisa memotong dana preservasi jembatan terlalu banyak, mengingat pentingnya fungsi jembatan. Jembatan bisa putus 20 atau 10 meter saja, bisa menganggu arus lalu lintas hingga puluhan kilometer. Dari preservasi jembatan kita hanya bisa memotong Rp63 miliar,” ungkap Hediyanto.
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur