- Tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi, Rismon Sianipar, mengajukan permohonan Restorative Justice ke Polda Metro Jaya.
- Michael Sinaga menduga Rismon menciut dan menempuh jalur damai karena indikasi tekanan psikologis dan konsekuensi berat.
- Penyidik mengonfirmasi permohonan RJ sudah diterima seminggu lalu dan sedang diproses sebagai inisiatif kesadaran tersangka.
Suara.com - Kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memasuki babak baru yang penuh dengan tanda tanya.
Rismon Hasiholan Sianipar, salah satu tersangka dalam perkara ini, secara mengejutkan menempuh jalur Restorative Justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Langkah ini memicu reaksi keras dari rekan sejawatnya di kubu Roy Suryo, Michael Sinaga, yang mencium adanya ketidakwajaran di balik keputusan tersebut.
Michael Sinaga mendatangi Polda Metro Jaya pada Kamis (12/3/2026) untuk memberikan keterangan terkait situasi yang dialami Rismon.
Dalam pernyataannya, Michael secara gamblang menyebut adanya indikasi tekanan yang membuat nyali Rismon menciut. Perubahan sikap ini dianggap sangat kontras dengan komitmen awal tim dalam mengawal isu ijazah tersebut.
“Mungkin memang saya juga menduga ada sebuah tekanan yang sedang dialami Bang Rismon,” kata Michael di Polda Metro Jaya, dikutip Kamis (12/3/2026).
Dugaan tekanan tersebut diperkuat dengan pengamatan Michael terhadap kondisi psikologis Rismon dalam beberapa waktu terakhir.
Michael menceritakan sebuah momen krusial yang terjadi di Bandung, Jawa Barat, tepat sebelum acara bedah buku yang menjadi inti dari persoalan hukum ini dilaksanakan. Menurutnya, aura ketakutan sudah terpancar jelas dari wajah Rismon saat itu.
“Dan yang saya mau katakan, di tanggal 18 Januari, eh sekitar tanggal segitulah ya. Satu hari sebelum bedah buku di Bandung, kami berkumpul sebagai manajemen kira-kira ada 10 orang, dan malam itu memang Bang Rismon saya lihat wajahnya agak berbeda dari biasanya,” ujar dia.
Baca Juga: Rismon Ikut Jejak Eggi Sudjana Ajukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tak Mundur 0,1 Persen!
Ketegangan di internal manajemen tim Roy Suryo Cs disebut memuncak ketika Rismon mulai mengkhawatirkan dampak buruk yang akan menimpanya.
Michael mengklaim bahwa Rismon mendapatkan informasi atau isu mengenai konsekuensi hukum maupun personal yang berat jika terus melanjutkan publikasi buku tersebut. Hal inilah yang diduga menjadi titik balik keberanian Rismon.
“Ada ketakutan di wajahnya, dan dia mendengar sebuah isu bahwa akibat buku itu akan ada sesuatu konsekuensi buruk yang dia alami,” sambung dia.
Dalam pertemuan tertutup di Bandung tersebut, Rismon sempat melontarkan pertanyaan kepada rekan-rekannya mengenai langkah apa yang harus diambil.
Michael Sinaga menegaskan bahwa saat itu dirinya dan anggota manajemen lainnya tetap pada pendirian awal untuk tidak mundur. Mereka meyakini bahwa apa yang tertuang dalam buku tersebut adalah sebuah kebenaran yang didukung oleh data.
“Dan dia menanyakan kepada kami bersepuluh manajemen yang waktu itu masih lengkap di Bandung, apa yang harus dia lakukan? Dan saya katakan, kita tidak mundur satu langkah pun mengenai buku ini. Karena buku ini isinya kenyataan,” ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Rismon Ikut Jejak Eggi Sudjana Ajukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tak Mundur 0,1 Persen!
-
Ikuti Jejak Eggi Sudjana, Tersangka Rismon Ajukan Restorative Justice di Kasus Ijazah Jokowi
-
Mengapa KPU Tak Verifikasi Keaslian Ijazah Jokowi Saat Pilpres 2014?
-
Pengakuan Bonatua Silalahi, Dibujuk dan Dirayu Saat Minta Ijazah Jokowi Dibuka ke Publik
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Akhirnya Dirilis, Drama Berjilid-jilid Segera Berakhir?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian