Suara.com - Pihak Kepolisian Sektor Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu masih menyelidiki kasus perampokan di rumah anggota TNI di daerah ini.
"Kami sudah menerima laporan terkait perampokan tersebut. Selanjutnya diselidiki," kata Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan Ipuh Iptu Ritiani, saat dihubungi dari Mukomuko, Senin (27/6/2016).
Komplotan perampok pada Jumat (24/6) malam membongkar rumah milik anggota TNI AD dan membawa kabur empat telepon genggam berbagai merek, kalung emas seberat 12 gram, dan uang berkisar Rp4,3 juta.
Ia menyatakan, saat kejadian perampokan itu, kondisi rumah dalam keadaan kosong karena korban bersama dengan istri dan anaknya sedang menunaikan ibadah Salat Tarawih di masjid setempat.
"Saat itu rumah korban dalam keadaan kosong, sehingga pelaku dengan bebas beraksi," ujarnya lagi.
Berdasarkan keterangan dari hasil pengolahan tempat kejadian perkara, pelaku perampokan membongkar rumah korban dengan cara merusak bagian ventilasi pintu belakang rumah korban, lalu pelaku dengan leluasa membuka penahan pintu tersebut.
Pelaku ini, katanya, sempat beberapa menit beraksi berada dalam rumah untuk mencari barang berharga milik korbannya.
Berdasarkan keterangan korban, barang-barang yang dibawa kabur oleh pelaku perampokan ini, yakni empat telepon genggam merek Samsung Z2, HP Lenovo, HP Oppo, Nokia, dan Laptop Acer, kalung emas seberat 12 gram, uang dalam tas istri korban sebesar Rp2,5 juta, dan uang dalam tas korban sebesar Rp1,8 juta. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?