News / Nasional
Rabu, 29 Juni 2016 | 11:14 WIB
Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016). [Suara.com/Sukis Wanti]

Suara.com - Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara mencatat sebanyak 140 pilot dan awak kabin menjalani tes narkoba di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. Hal ini dilakukan untuk menghadapi arus mudik Lebaran.

Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara, Yusfandri Gona menjelaskan tes narkoba dilakuan, Sabtu (25/6/2016). Tes dilakukan oleh Balai Kesehatan Penerbangan Kementerian Perhubungan. Tes narkoba juga dilakukan kepada teknisi pesawat.

Dari hasil tes tersebut tidak ditemukan kru dan awak pesawat yang mengonsumsi narkotika.

"Cuma ada beberapa yang habis minum obat flu," katanya di Bali, Rabu (29/6/2016).

Rencananya pemeriksaan narkoba akan intensif dilakukan untuk memastikan bahwa sumber daya manusia penerbangan tersebut bekerja tanpa pengaruh alkohol atau obat terlarang. Sementara itu di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dia menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa lisensi kru sebanyak 112 orang.

"Sedangkan 223 awak kabin di wilayah Bali dan Nusa Tenggara juga sudah dicek lisensinya," ucapnya.

Tidak hanya bagi awak dan kru pesawat udara, Otban IV juga memeriksa lisensi orang yang mengeluarkan lisensi bagi awak dan kru pesawat udara tersebut yakni berjumlah sebanyak 57 orang. Seperti diketahui sebelum layak terbang, kru dan awak pesawat harus mengantongi lisensi sebagai salah satu syarat mutlak.

Apabila awak dan kru melakukan pelanggaran maka pihak berwenang berhak mencabut lisensi tersebut. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat meninjau kesiapan operasi Lebaran di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Jumat (24/6/2016) meminta agar kru dan awak pesawat dites urine.

Menurut dia, tes urine dilakukan bertahap dengan metode sampling yang harus dijalani oleh semua awak pesawat maskapai penerbangan sesuai dengan instruksi yang telah ia buat. (Antara)

Load More