- Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Munas dan Konbes pada April 2026, diikuti Muktamar ke-35 pada Juli hingga Agustus 2026.
- Gus Lilur menekankan pentingnya menerapkan prinsip "Abuktor" untuk memastikan pemimpin baru PBNU memiliki integritas moral tanpa jejak korupsi.
- Muktamar diharapkan menjadi momentum pemulihan kepercayaan publik melalui kepemimpinan inklusif yang menolak segala bentuk praktik politik uang dan korupsi.
Suara.com - Nahdlatul Ulama (NU) bersiap menyelenggarakan hajatan besar Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli–Agustus 2026. Agenda besar ini akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
Rangkaian agenda tertinggi organisasi ini menjadi sorotan tajam, terutama terkait arah kepemimpinan masa depan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur menilai rangkaian agenda ini sebagai momentum krusial untuk membuka lembaran baru bagi perjalanan organisasi. Menurutnya, transisi kepemimpinan ini harus membawa perubahan nilai yang fundamental agar tidak terjebak dalam lubang yang sama.
"Namun, setiap lembaran baru hanya bermakna jika ia ditulis dengan nilai yang baru pula. Jika tidak, ia hanya menjadi pengulangan dari problem lama dalam format yang berbeda," kata dia dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Gus Lilur menekankan bahwa Muktamar NU tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas pergantian struktur pengurus semata. Lebih dari itu, forum ini adalah medan pembuktian moralitas organisasi di mata umat dan bangsa. Ia menawarkan sebuah prinsip tegas yang harus menjadi filter utama dalam memilih nahkoda baru
PBNU ke depan.
"Di titik itulah, satu prinsip perlu ditegaskan secara terang abuktor atau asal bukan koruptor," tambah dia.
Prinsip "Abuktor" ini muncul bukan tanpa alasan. Gus Lilur menyoroti realitas yang tengah dihadapi PBNU saat ini, di mana organisasi dianggap sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius. Dalam kacamata ilmu sosial, NU dipandang bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan sebuah jaringan sosial raksasa yang menjadi penopang utama kepercayaan publik di Indonesia.
"Jika kepercayaan itu terganggu, maka yang rusak bukan hanya organisasi, tetapi juga kohesi sosial yang lebih luas," kata dia.
Oleh karena itu, Muktamar NU mendatang harus dijadikan titik awal untuk memulihkan kepercayaan tersebut. Gus Lilur menegaskan bahwa pemulihan nama baik organisasi mustahil dicapai tanpa adanya integritas dari para pemimpinnya. Ia melihat adanya krisis integritas yang nyata di tubuh PBNU saat ini, terutama yang berkaitan dengan isu tata kelola haji.
Baca Juga: Jubir KPK Dilaporkan Faizal Assegaf ke Polisi, Eks Penyidik: Indikasi Serangan Balik Koruptor
Persoalan tata kelola haji ini mencakup berbagai aspek mulai dari manajemen kuota, layanan katering, pemondokan, hingga pengadaan layanan lainnya. Meski proses hukum mungkin masih berjalan, Gus Lilur berpendapat bahwa dampak persepsi publik sudah sangat merugikan marwah organisasi.
"Dengan demikian, secara etis dan organisatoris, pengurus PBNU yang terseret atau terindikasi dalam praktik korupsi tidak memiliki dasar moral yang kuat untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya," kata Gus Lilur.
Menjelang Muktamar, dinamika politik di internal NU semakin menghangat dengan munculnya konsolidasi dari berbagai kelompok kepentingan. Salah satu yang menonjol adalah pergerakan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam forum Halal Bihalal IKA PMII beberapa waktu lalu. Gus Lilur memberikan pandangannya terkait inklusivitas kepemimpinan di PBNU yang belakangan menjadi perbincangan.
"Saya sepakat dengan Muhaimin dan Nusron bahwa alumni PMII perlu merebut kepemimpinan PBNU. Tidak hanya itu, tidak hanya alumni PMII, bahkan alumni HMI, GMNI, dan organisasi kepemudaan lain, sangat layak untuk mengisi jajaran PBNU," kata Gus Lilur.
Keterbukaan ini bahkan ditarik lebih luas oleh Gus Lilur. Ia berpendapat bahwa PBNU harus menjadi rumah yang inklusif bagi seluruh elemen umat Islam, tanpa memandang latar belakang organisasi kepemudaan sebelumnya, asalkan memiliki komitmen kuat terhadap NU.
"Bukan hanya alumni organisasi kepemudaan, bahkan semua umat Islam yang non NU, jika mau masuk NU, juga bisa mengisi jajaran PBNU. Pun, orang non muslim, jika ia masuk Islam, lalu masuk NU, harus dibolehkan masuk jajaran PBNU," tambahnya.
Berita Terkait
-
Jubir KPK Dilaporkan Faizal Assegaf ke Polisi, Eks Penyidik: Indikasi Serangan Balik Koruptor
-
Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri
-
KPK Bongkar Peran Circle dalam Korupsi: Dari Keluarga hingga Kolega Jadi Jalur Uang Haram
-
Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!
-
Eks Penyidik KPK Beberkan Modus Koruptor: Biayai Hidup Perempuan Muda untuk Samarkan Aset
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
6 Cara Mengakali Salah Shade Bedak agar Tetap Menyatu dengan Warna Kulit
-
Dedemit Kepala Putus yang Menyamar Menjadi Penjual Bakso Keliling
-
Shin Tae-yong Dilaporkan Kena Sanksi Berat KFA Terkait Dugaan Tindak Kekerasan
-
Charger Lokal Pertama Berteknologi Pengatur Tegangan Presis, Ini Bisa Jadi Solusi Overheat iPhone 17
-
Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone
-
8 Weton Balungan Sugih Apa Saja? Ini Daftar Menurut Primbon Jawa dan Maknanya
-
Kegiatan Usaha PFII Pakai Dolar AS, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah di Tengah Pelemahan
-
Apa Tema Resmi HUT ke-81 RI Tahun 2026? Ini Makna dan Link Download Logo
-
Soal Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dirjen Pajak Minta Publik Tak Perlu Perbesar Isu
-
Kapan Puncak Kejayaan Weton Selasa Legi? Cek Bocoran Usia Emas dan Garis Rezeki di Sini!