Suara.com - Relawan Teman Ahok menyerahkan sepenuhnya keputusan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk maju pilkada Jakarta periode 2017-2022 melalui jalur independen atau jalur partai.
"Memang ada komunikasi kalau kami mempersilakan bapak (Ahok) memilih jalur parpol atau independen," ujar Singgih di sela-sela penghitungan manual satu juta salinan KTP di Sekretariat Teman Ahok, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (29/6/2016).
Singgih mengatakan mengenai kenapa Teman Ahok membebaskan pilihan politik Ahok, hal itu akan dijelaskan secara lebih terperinci sore nanti dalam konferensi pers.
"Kami kasih keleluasaan buat bapak (Ahok) memilih. Kenapanya kami jabarkan nanti," kata dia.
Ahok di berbagai kesempatan memberi sinyal siap maju melalui partai politik, tetapi dia akan mengikuti saran Teman Ahok dulu. Bila Teman Ahok menginginkan tetap maju lewat independen, Ahok siap.
Saat ini ada tiga partai politik yang mendukung Ahok yakni Partai Nasdem, Hanura, dan Golkar.
Semua partai pendukung Ahok menyatakan akan mendukung apapun pilihan Ahok. Tetapi, mereka juga mengingatkan kemungkinan kesulitan yang bakal muncul bila tetap maju lewat jalur independen, misalnya soal verifikasi faktual data pendukung Ahok.
Berita Terkait
-
Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing
-
Demi Korban 98, Koalisi Sipil Banding Lawan Fadli Zon Usai Gugatan Ditolak PTUN
-
Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April
-
Eks Ketua TGPF Tegaskan Fakta Perkosaan Mei 98 Tak Bisa Disangkal
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat