Suara.com - Seorang matador dan seorang pria peserta festival dikejar banteng di desa di Spanyol tewas pada Sabtu (9/7/2016) waktu setempat, sementara dua orang lain ditanduk hewan itu saat pesta terkenal di kota Pamplona tersebut.
Victor Barrio, matador profesional berusia 29 tahun, tewas akibat ditanduk banteng di dadanya di depan penonton saat ia tampil dalam pertarungan di kota Teruel di wilayah timur Aragon.
Kematiannya, disiarkan langsung di televisi, dipastikan di laman arena adu banteng Madrid Las Ventas, tempat Barrio mulai sebagai matador magang pada 2010.
Dia adalah matador pertama Spanyol tewas saat tampil sejak pergantian abad. Di desa tenggara, Pedreguer, dekat Valencia, seorang pria Spanyol berusia 28 tahun tewas dalam festival dikejar banteng, tempat orang menantang bahaya meregang nyawa dan anggota tubuhnya berlari bersama banteng khusus, yang dibesarkan untuk bertempur melalui jalan sempit.
Tanduk banteng menembus paru-paru dan hatinya saat ia berusaha membantu pelari lain dalam acara itu, tempat seorang pria tewas pada tahun lalu, kata juru bicara pemerintah daerah.
Banyak kota Spanyol menggelar festival musim panas yang melibatkan banteng, dan beberapa orang meninggal setiap tahun. Festival San Fermin, di mana banteng mengejar pelari bersyal merah melalui jalan Pamplona selama festival sembilan hari, menarik ribuan orang yang ingi bersuka ria dari Spanyol dan luar negeri.
Dalam festival Sabtu itu, seorang pria Jepang berusia 33 tahun ditanduk dadanya dan seorang pria Spanyol berusia 24 tahun di lengannya, sementara 12 lainnya menderita luka ringan, kata pemerintah setempat di lamannya.
Warga negara Jepang itu dalam kondisi stabil di rumah sakit, kat juru bicara festival tersebut. Festival Pamplona yang berlangsung selama empat menit melibatkan enam ekor lembu dari peternakan Jose Escolar, salah satunya terpisah dari yang lain dan menyebabkan kepanikan di antara pelari.
Balap harian dengan banteng itu berlangsung di jalan sepanjang 825 meter bagian dari jalan-jalan sempit di kota tua Pamplona. Acara itu dimulai pada 08:00 waktu setempat dan biasanya berlangsung antara tiga dan lima menit.
Ada delapan peristiwa secara total selama festival. Selama abad terakhir 15 orang tewas dalam Festival Pamplona, yang telah berlangsung ratusan tahun, menurut hitungan di situs laman San Fermin. Kematian terakhir tercatat pada 2009. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat
-
Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?
-
Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!
-
Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
-
Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?