Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bingung mendengar munculnya usulan autopsi terhadap jenazah Ketua KPU Husni Kamil Manik. Sebab, menurutnya penyebab kematian alamrhum Husni sudah jelas karena sakit.
Usulan otopsi ini muncul dari politisi Golkar Ali Mochtar Ngabalin yang menyangsikan kematian Husni. Ali menduga Husni meninggal karena diracun dengan dasar foto jenazah Husni.
"Nggak perlu ditanggapi itu. Aneh usulan (autopsi) itu," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/7/2016).
Menurutnya, penyebab kematian Husni sudah jelas. Dokter yang menangani Husni pun menyatakan Husni meninggal karena sakit yang dideritanya. Pihak keluarga, sambungya, juga sudah menerima kematian ini. Sehingga, menurutnya, usulan autopsi merupakan hal yang tak perlu ditanggapi.
"Apalagi yang mau dipersoalkan, dipertanyakan. Sudah jelas semua. Dokternya sudah ngomong. Keluarga sudah oke. Semua sudah jelas kok penyebabnya," kata Arief.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini
-
70 Anak Indonesia Terpapar Komunitas Kekerasan TCC, Komisi X DPR: Tentu Ini Jadi Persoalan Serius
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
Pria 55 Tahun di Pasar Minggu Diduga Lecehkan Anak, Polisi Evakuasi dari Amukan Warga
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!