Ketua Tim Kuasa Hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan menyebutkan tidak ada satupun dari 17 saksi fakta yang telah dihadirkan di persidangan melihat kliennya memegang gelas ataupun sedotan untuk memasukkan racun sianida ke minuman es kopi Vietnam yang diminum Wayan Mirna Salihin.
"17 saksi fakta, semuanya tidak melihat jessica pegang gelas, pipet, memasukan sesuatu ke dalam gelas," kata Otto usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Rabu (27/7/2016) malam.
Maka, Otto mengaku heran jika Jessica telah disangkakan melakukan pembunuhan berencana kepada Mirna, padahal tidak ada satu pun saksi yang bisa mengungkapkan penyebab kematian Mirna.
"Tapi mereka bisa melihat peristiwa peristiwa yang lebih kecil dari itu, ini kan aneh. Mereka nggak pernah lihat ini kan nggak masuk akal. Harus pertimbangkan ini, kan tentang kejujuran saksi," kata dia.
Dia pun mempertanyakan penyebab kematian Mirna murni dari racun yang ada di minuman kopinya. Sebab, menurut Otto, dari keterangan belasan saksi yang tidak melihat Jessica menaburkan sianida.
"Kalau sudah terbukti tidak ada orang yang memasukan sesuatu ke gelas, artinya bahwa tidak ada orang yang melihat jessica memasukan sianida ke dalam gelas, maka pertanyaan kita adalah benarkah orang ini mati karena sianida, karena nggak ada barang itu," kata dia.
"Kalau ada bukti sianida masuk ke gelas, barulah kita tanya oh, orang ini mati gara gara sianida. Jadi kita tidak boleh berkesimpulan bahwa korban mati karena sianida," Otto menambahkan.
Dia juga mengatakan hal lain yang membuktikan Jessica tidak terlibat dalam pembunuhan Mirna yakni tidak ditemukannya sidik jari di seluruh barang bukti yang dipegang jaksa.
"Sampai saat ini nggak ada menunjukkan sidik jari Jessica di barang bukti. Justru itu menguatkan bahwa tidak ada bukti," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun