Menteri ESDM Archandra Tahar saat dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016). [Antara/Widodo S Jusuf]
Untuk menyikapi status kewarganegaraan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar, siang ini, Archandra dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto akan memberikan keterangan pers.
"Siang ini saya akan mengundang Pak Archandra, nanti bersama saya untuk menjelaskan hal-hal yang memang perlu dijelaskan kepada masyarakat (mengenai dua kewarganegaraan)," kata Wiranto kepada wartawan di Istana Negara.
Status kewarganegaraan Archandra belakangan ini menjadi polemik. Dia dikabarkan pernah memiliki kewarganegaraan Amerika Serika. Karena Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda, status WNI Archandra ketika dilantik menjadi menteri pun dipertanyakan.
"Siang ini saya akan mengundang Pak Archandra, nanti bersama saya untuk menjelaskan hal-hal yang memang perlu dijelaskan kepada masyarakat (mengenai dua kewarganegaraan)," kata Wiranto kepada wartawan di Istana Negara.
Status kewarganegaraan Archandra belakangan ini menjadi polemik. Dia dikabarkan pernah memiliki kewarganegaraan Amerika Serika. Karena Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda, status WNI Archandra ketika dilantik menjadi menteri pun dipertanyakan.
Wiranto belum menentukan dimana tempat penyelenggaraan konferensi pers.
"Nanti saya akan jelaskan, dimana ya enaknya, di sini juga boleh (Istana Kepresidenan). Jamnya disesuaikan," ujar dia.
Wiranto menegaskan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi mengenai status Archandra.
"Nanti saya akan jelaskan, dimana ya enaknya, di sini juga boleh (Istana Kepresidenan). Jamnya disesuaikan," ujar dia.
Wiranto menegaskan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi mengenai status Archandra.
"Tidak ada yang ditutup-tutupi. Jangan sampai ada penjelasan yang simpang siur. Kami kan ingin bekerja, ingin segera memberikan yang terbaik bagi negeri ini, termasuk Pak Archandra," tutur dia.
Kemarin, Archandra menegaskan hingga saat ini dirinya adalah warga negara Indonesia, bukan warga negara Amerika. Penegasan ini diharapkan dapat menetralisir rumor yang berkembang saat ini terkait kewarganegaraan Menteri ESDM.
“Saya tuh orang Padang asli, istri saya juga orang Padang asli, lahir dan besar di Padang. Cuma pas kuliah S2 dan S3 saya kuliah di Amerika,” ujar Archandra usai peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia di Kementerian ESDM, dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Minggu (14/8/2016).
“Saya pergi ke Amerika tahun 1996, sampai saat sekarang saya masih memegang passport Indonesia dan passport Indonesia saya masih valid,” kata Archandra.
Sambil berseloroh Archandra mengatakan, ”lihat tampang saya kan, Bahasa Indonesia saya masih medok Padang. Saya masih warga negara Indonesia dan silakan cek passport saya.”
Presiden Joko Widodo melantik Archandra sebagai Menteri ESDM pada hari Rabu (27/6/2016) menggantikan Sudirman Said. Archandra seorang profesional di bidang energi dan sumber daya mineral.
Lulusan Institut Teknologi Bandung ini menghabiskan 20 tahun masa studi dan karirnya di Amerika Serikat, menimba ilmu di berbagai perusahaan minyak dan gas bumi negeri Paman Sam.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara