Suara.com - Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan urusan penelusuran rekam jejak menteri adalah urusan eksekutif. Sehingga, Politikus Golkar ini mengatakan DPR tidak bisa ikut campur dalam mencari tahu rekam jejak menteri yang akan ditunjuk Presiden Joko Widodo, termasuk pelibatan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam mencari rekam jejaknya.
"Itu kan internal eksekutif ya, pasti mekanisme mereka semua sudah baku seperti selama ini. Jadi pertimbangan pasti sudah dilakukan dengan institusi yang ada," kata Ade di DPR, Senin (15/8/2016).
Dia meyakini Presiden sudah memperhitungkan untuk memilih Archandra menjadi menterinya. Menurutnya, pergantian kabinet pun juga sudah berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak politik yang berarti.
"Nah sekarang ada kejadian ini, ini dunia politik jadi kita tidak boleh terlalu reaktif dengan apa yang ada sebaiknya segala sesuatu kita dalami dengan saksama," katanya.
Dia menambahkan DPR menanggapi serius masalah ini. Masalah ini, kata Ade, akan diserahkan kepada Komisi III untuk ditindaklanjuti.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut dan tidak ada kesimpangsiuran.
"Tadi sudah dibicarakan secara informal menyangkut hal itu, karena masalah ini cukup mengagetkan. Kebetulan kita akan membuka masa sidang pada tanggal 16. Akan kita rapimkan, kemudian Bamus dan kita tugaskan Komisi III," kata Ade.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan
-
Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati
-
Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak
-
May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki
-
Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha