Suara.com - Dua kuntum bunga Rafflesia arnoldii mekar di dua lokasi kawasan hutan di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.
Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu Sofian Ramadhan di Bengkulu mengatakan, bunga rafflesia itu ditemukan kelompok masyarakat yang rutin memantau keberadaan bunga langka itu dalam hutan.
"Satu bunga berdiameter 75 centimeter dan satu lainnya berdiameter 55 centimeter," katanya, Sabtu (20/8/2016).
Bunga Rafflesia arnoldii yang mekar di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah, tepatnya di Desa Taba Teret Kecamatan Taba Penanjung, berjarak 48 kilometer dari Kota Bengkulu.
Untuk menikmati keunikan bunga berwarna merah jingga itu pengunjung hanya perlu berjalan kaki sejauh 20 meter ke dalam hutan.
Bunga Rafflesia arnoldii yang mekar di wilayah Kabupaten Kepahiang terdapat di kawsan Hutan Lindung Bukit Daun yang berbatasan dengan Desa Tebat Monok, sekitar 54 kilometer dari Kota Bengkulu.
Gerhana, warga yang menemukan bunga langka itu mengatakan hanya perlu berjalan 15 menit ke dalam hutan untuk menikmati kecantikan bunga rafflesia yang menjadi ikon Bengkulu.
"Bunga rafflesia yang mekar hari ini bisa dinikmati hingga empat hari ke depan," kata dia.
Para pengunjung, lanjut Gerhana, tidak dipungut biaya untuk melihat bunga itu, namun pihaknya menyediakan kotak sumbangan yang diperuntukkan untuk menjaga habitat bunga tersebut.
Bunga Rafflesia arnoldii merupakan satu dari empat jenis rafflesia yang teridentifikasi di hutan Bengkulu.
Selain jenis arnoldii, tiga jenis rafflesia lainnya yang tumbuh di hutan Bengkulu yakni Rafflesia gadutensis, Rafflesia bengkuluensis dan Rafflesia hasselti. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi