Suara.com - Internal Partai Demokrat sedang bergejolak. Hal ini ditandai oleh penonaktifan Ruhut Sitompul dari posisi koordinator juru bicara partai yang dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Ruhut mengatakan sudah dipanggil Yudhoyono untuk membicarakan hal tersebut.
Mantan Presiden telah memberikan memo khusus kepada anggota Komisi III DPR tersebut dengan judul Tugas untuk Bung Ruhut Sitompul.
Memo dari Yudhoyono terdiri dari tujuh poin. Dia meminta keputusan ini dilaksanakan sebaik-baiknya.
Berikut ini isi tujuh poin surat dari SBY:
Satu, tetap aktif dan kritis di Komisi III DPR, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan komunikatif dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat.
Dua, lebih aktif dalam jabatan di DPP sebagai Koordinator Polhukam, para ketua departemen (dibawah koordinasi Ruhut) harus lebih digalakkan.
Ketiga, mengimplementasikan sikap politik Partai Demokrat yang nonblok dan tidak masuk koalisi. Serta, mendukung kebijakan pemerintah yang tepat dan prorakyat.
Keempat, menyangkut isu politik yang sangat sensitif dan berkaitan dengan Partai Demokrat, harus lebih memahami posisi Partai Demokrat, lebih aktif.
Kelima, berkaitan dengan penataan kembali pengurus Partai Demokrat dalam proses ke depan, tim jubir akan dipimpin langsung oleh SBY.
Keenam, harus lebih fokus laksanakan tugas tersebut. Ruhut diharapkan tetap kritis dan aktif dengan sikap dan kebijakan ketum, jika ada yang ingin dikonfirmakasikan agar langsung hubungi ketum atau sekjen atau ketua fraksi.
Ketujuh, keputusan ini untuk dilaksanakan dan sukses selalu.
Hingga saat ini belum jelas kenapa Yudhoyono mengganti Ruhut. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan tidak tahu secara persis kenapa Ruhut mendadak dinonaktifkan.
Tapi menurut dia, keputusan itu tak terkait dengan sikap Ruhut yang menjadi pendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pilkada Jakarta periode 2017-2022, meskipun Demokrat belum bersikap.
"Tentunya bukan karena satu faktor (Ruhut dukung Ahok), ada beberapa faktor. Saya juga tidak begitu jelas," tuturnya.
Berita Terkait
-
Calon Senator AS Muslim Pertama, Bagaimana Abdul El-Sayed Bisa Menang?
-
Amerika Serikat Bakal Punya Senator Muslim Pertama, Siapa?
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram