- SBY menilai dinamika global saat ini serupa pemicu Perang Dunia I dan II, dengan waktu diplomasi perdamaian semakin sempit.
- Empat ciri utama munculnya pemimpin haus perang, persekutuan saling berhadapan, mobilisasi militer, dan geopolitik sangat panas.
- SBY memperingatkan perang total berpotensi memusnahkan peradaban jika melibatkan penggunaan senjata nuklir antarnegara.
Suara.com - Melalui Narasi di akun resmi X Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai, dunia saat ini tengah menunjukkan tanda-tanda yang identik dengan situasi menjelang pecahnya Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945).
Menurut SBY, meski peluang untuk mencegah perang besar masih ada, celah waktu untuk melakukan diplomasi perdamaian terasa semakin sempit dari hari ke hari.
Ia menyoroti empat ciri utama yang membuat dinamika global saat ini sangat mirip dengan pemicu dua perang besar di abad ke-20.
Munculnya Kepemimpinan yang ‘Haus Perang’
SBY mengamati adanya kemunculan tokoh-tokoh kuat di panggung dunia yang memiliki kecenderungan agresif dan ambisius secara militer. Karakter kepemimpinan yang ia sebut "haus perang" ini dipandang sebagai salah satu faktor risiko terbesar yang dapat memicu konfrontasi fisik antarnegara.
Terbentuknya Persekutuan Negara yang Saling Berhadapan
Sama halnya dengan pengelompokan negara-negara pada masa lalu (seperti Blok Sekutu dan Poros), SBY melihat saat ini dunia kembali terbelah ke dalam persekutuan-persekutuan negara yang saling berhadapan secara frontal. Polarisasi ini dinilai mempercepat eskalasi konflik jika terjadi gesekan di satu titik wilayah.
Mobilisasi Militer dan Ekonomi Perang Secara Masif
Ciri ketiga yang sangat menonjol adalah pembangunan kekuatan militer besar-besaran secara global. SBY mencatat, negara-negara tidak hanya berlomba dalam kecanggihan senjata, tetapi juga mulai menyiapkan struktur ekonomi dan mesin industri mereka untuk mendukung kebutuhan perang jangka panjang.
Baca Juga: SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!
Geopolitik yang Panas
Ketegangan di berbagai wilayah strategis dunia saat ini dianggap telah mencapai titik didih. SBY menyebut situasi geopolitik sekarang benar-benar panas, di mana perselisihan kepentingan antar negara besar tidak lagi bisa diselesaikan melalui jalur diplomasi biasa.
Ancaman Pemusnahan Peradaban
Lebih lanjut, SBY mengingatkan bahwa jika perang total ini benar-benar pecah dan melibatkan senjata nuklir, dampaknya akan jauh lebih mengerikan dibanding perang-perang sebelumnya.
Ia merujuk pada berbagai studi yang memprediksi bahwa perang nuklir dapat memusnahkan harapan manusia dan menyebabkan kematian lebih dari lima miliar jiwa.
Dalam narasi yang ditulisnya, SBY juga menyayangkan sikap bangsa-bangsa di dunia yang seolah tidak belajar dari sejarah. Ia menyebut, meski tanda-tanda perang sudah terlihat nyata di depan mata, kesadaran dan langkah konkret untuk mencegah bencana tersebut justru tampak minim.
Berita Terkait
-
SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku